Peneliti AS Temukan Khasiat Pohon Cemara Cina Atasi Kanker

Riset baru yang digarap Mingji Dai, seorang ahli kimia organik di Universitas Purdue di West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat, menemukan bahwa analog struktural dari senyawa di pohon cemara Cina yang terancam punah, bisa sifat melawan kanker ketika dikombinasikan dengan obat kanker yang ada.

Ini merupakan terobosan terbaru yang memanfaatkan tanaman untuk terapi kanker. Sebelumnya, teh oolong bisa mengatasi kanker payudara, dan pohon Cina lain bisa memberangus kanker prostat yang sudah kebal pengobatan.

Dai berkolaborasi dengan Profesor Zhong-Yin Zhang, farmakolog di Purdue, memeriksa susunan molekul dan potensi terapi dari pohon berspesies Abies beshanzuensis – spesies langka pohon cemara Cina. Hasil temuannya dipublikasi dalam Journal of American Chemical Society.

Dai dan tim menciptakan beberapa analog struktural senyawa yang ditemukan di pohon. Salah satunya terbukti sebagai penghambat kuat SHP2. “Enzim ini dikaitkan dengan kanker payudara, leukemia, kanker paru-paru, kanker hati, kanker lambung, kanker laring, kanker mulut, dan jenis kanker lainnya,” ujar Dai dalam laporan studinya yang dikutip situs medicalnewstoday.com (28/1/2019).

“[SHP2] adalah salah satu target anti-kanker yang paling penting dalam industri farmasi saat ini, untuk berbagai macam tumor,” jelas Dai. “Banyak perusahaan mencoba mengembangkan obat yang bekerja melawan SHP2,” imbuhnya.

Senyawa penghambat SHP2 disebut Dai sebagai “senyawa 30.” Mereka menjelaskan bahwa senyawa 30 mengikat dengan protein SHP2, membentuk “ikatan kovalen.” Di lain pihak senyawa lain yang terdapat di pohon itu tidak stabil dalam menargetkan SHP2. “Dengan yang lain, ini adalah ikatan yang lebih longgar,” kata Dai. “Kami membentuk ikatan kovalen, yang lebih aman dan tahan lama.”

Untuk membuktikannya, tim periset pimpinan Dai menggunakan senyawa lain yang disebut 29 – analog yang hanya sedikit berbeda secara struktural dari senyawa 30 – dan menempelkan label kimiawi untuk menggunakannya sebagai “umpan” dan “menangkap” protein lain. Tetapi senyawa 29 sendiri tidak mempengaruhi sel kanker.

Meskipun begitu, para peneliti ingin menggabungkan senyawa 29 dengan obat kanker yang menargetkan sintesis DNA mungkin efektif. Dai dan tim melakukan skrining terhadap obat-obatan tersebut dan menemukan bahwa etoposide adalah kandidat yang baik.

National Cancer Institute (NCI) memperkirakan bahwa dokter mendiagnosis lebih dari 1.700,00 kasus kanker baru pada tahun 2018, dan lebih dari 600.000 orang di Amerika Serikat meninggal karena penyakit tersebut.

Secara global, kanker terus menjadi salah satu penyebab utama kematian; pada tahun 2030, NCI memperkirakan bahwa 23,6 juta kasus kanker baru akan terjadi.