Pemimpin Muda ASEAN

Singapore International Foundation (SIF) dan National Youth Council Singapore (NYC) kembali menyelenggarakan program ASEAN Youth Fellowship (AYF).

Ini merupakan sebuah program yang berkomitmen mengambil peranan penting dalam membangun kepemimpinan dan memelihara ikatan antar negara di ASEAN.

Kali ini, sebanyak 39 pemimpin muda ASEAN berkumpul di Singapura untuk bertukar ide serta mendiskusikan berbagai isu dan peluang berkolaborasi demi terwujudnya kemitraan yang berkelanjutan.

Bertemakan “Partnerships for a Sustainable ASEAN” (Kemitraan untuk ASEAN yang Berkelanjutan), di tahun ini, AYF fokus pada pentingnya hubungan hangat antar individu untuk memastikan keberlanjutan hubungan sosial, lingkungan, dan ekonomi di kawan tersebut. 

Para pemimpin muda yang berpartisipasi dalam program ini berasal dari Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Para  pemimpin muda asal Indonesia yang turut berpartisipasi dalam program ini yaitu:

1.     Ainun Najib, Head of Business Data Platform, GrabTaxi Holdings dan Co-Founder KawalPemilu

2.     Dian Permata Sari Mashari, Planning Specialist, SKK MIGAS (Special Task Force for Oil and Gas Upstream Business Activities) dan Chairperson, Indonesia Bright Foundation

3.     Patrya Pratama, Executive Director, INSPIRASI

4.     Ronny Armando Pitojo, Director, Yayasan Indika Untuk Indonesia (Indika Foundation)

5.     Tyovan Ari Widagdo, Founder and Chairman, Bahaso dan Founder Hi app

Dalam acara itu, Jean Tan, Direktur Eksekutif SIF, mengatakan, bahwa ASEAN Youth Fellowship memberikan contoh nilai ikatan lintas budaya di lanskap global yang berubah dengan cepat.

“Kami melihat pemimpin muda ASEAN yang bermunculan sebagai pelopor dengan potensi memperkenalkan pemahaman yang sama, serta menyinergikan upaya individu yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan,” ujar Tan dalam keterangan persnya (9/10/2019).

SIF bangga menjadi bagian dari program yang penuh makna ini dan berkontribusi terhadap upaya para pemuda kita dalam menciptakan ASEAN yang lebih bersatu, kohesif, dan berkelanjutan.”

Sementara itu, David Chua, Kepala Eksekutif National Youth Council Singapore, mengutarakan, AYF menyediakan platform untuk menjalin hubungan pemuda-ke-pemuda yang kuat dan mengembangkan lensa regional lintas batas.

“Kami sudah melihat hasil ini diaktualisasikan oleh kohort perdana tahun lalu,” kata Chua.

Para pemimpin muda terus secara aktif mempertahankan ikatan mereka, mengaktifkan jaringan mereka untuk menyelesaikan masalah terkait pekerjaan dan beberapa bahkan berkolaborasi dalam proyek dampak sosial.

Singapore-ASEAN Youth Fund (SAYF) akan mendukung inisiatif-inisiatif awal ini yang membahas masalah-masalah sosial-ekonomi-budaya yang penting bagi ASEAN.

“Harapan saya adalah agar AYF dapat terus memperkuat generasi muda kita agar siap di Asia, karena mereka berupaya membangun persekutuan dampak positif,” sambung Chua.

Menyusul keberhasilan edisi perdananya di tahun 2018, program AYF yang berbasis di Singapura juga telah memperluas cakupannya, yaitu ke Kuala Lumpur, Malaysia, sehingga menambahkan unsur pertukaran dan peluang kolaborasi di tahun ini.

Program yang berlangsung seminggu penuh ini meliputi rangkaian dialog dan perjalanan belajar. Para peserta AYF akan berinteraksi dengan para orang terkemuka dan pemegang jabatan publik termasuk Menteri Senior dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura, Bapak Teo Chee Hean, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Bapak Syed Saddiq Syed Abdul.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Singapore International Foundation dan National Youth Council Singapore,” ujar Dian Permata Sari Mashari, sebagai salah satu peserta ajang AYF 2019 dari Indonesia.

Berkat AYF ini, dirinya yang berasal dari negara dan latar belakang berbeda, dapat bersama-sama melihat beragam perspektif yang unik hingga dapat melahirkan ide-ide bersemangat kolaboratif.

Dengan tema sustainability, kita mendapatkan berbagai macam pengetahuan terkait pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) dimana generasi muda memiliki peranan yang sangat krusial.

“Tentunya, kami ingin memberikan dampak positif bagi perkembangan negara kami masing-masing dengan bekal ilmu dari program ini, dan di saat bersamaan, dapat terus menjaga pertemanan dengan berbagai negara, terutama di ASEAN,” kata Dian. (usy)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.