Terobosan Akses Kredit Mikro Untuk Memenuhi Cakupan Air Minum
Berita lain

Terobosan Akses Kredit Mikro Untuk Memenuhi Cakupan Air Minum

Cakupan air minum di Indonesia masih kurang 30%. Untuk mencapainya, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tetapi juga lewat peran serta masyarakat. Salah satunya melalui terobosan akses kredit mikro kepada warga guna mendapatkan akses air minum.

Pembicaraan itu mengemukan dalam diskusi yang digelar Jejaring Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang berlangsung di Epicentrum Walk Jakarta (26/10/2016).

Skema pembiayaan alternatif dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dan penggiat penyediaan akses air minum maupun sanitasi. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh PD BPR BKK Purwodadi Kabupaten Grobogan dengan kredit mikro dalam program BKK Air. Koesnanto selaku Direktur Umum PD BPR BKK Purwodadi menuturkan, BPR BKK Purwodadi menetapkan target sebanyak 12.000 masyarakat mendapatkan fasilitas kredit pembuatan jamban sehat, sanitasi sehat dan air minum melalui skema Kredit BKK Air.

“Target ini diusahakan tercapai dalam jangka waktu 3 tahun,” kata Koesnanto. Sampai dengan September 2016, pencapaian Kredit BKK Air adalah 8.649 jiwa penerima pemanfaat dari 2.355 nasabah dengan Total Realisasi Pinjaman sebesar Rp. 3.238.000.000, katanya bangga.

Selain pembiayaan kredit mikro oleh PD BPR Purwodadi Kabupaten Grobogan, dari pihak swasta, AQUA sebagai pelopor Air Minum Kemasan meluncurkan kembali program AQUA “Satu untuk Sepuluh” yang bekerjasama dengan mitra AMPL untuk mengembangkan alternatif pembiayaan kredit mikro untuk peningkatan akses air bersih dan sanitasi.

Leila Djafaar, Vice President General Secretary Danone Indonesia, mengatakan ini merupakan komitmen AQUA untuk mendukung program pemerintah mewujudkan target Universal Access 2019. Sejak tahun 2007, AQUA telah melakukan berbagai inisiatif untuk peningkatan akses air bersih masyarakat di sekitar wilayah operasional dan di berbagai wilayah yang membutuhkan.

“Kami juga melibatkan konsumen untuk ambil peranan dalam tujuan baik ini melalui program AQUA “Satu untuk Sepuluh” pada tahun 2007, 2009, dan di akhir tahun 2016 kami luncurkan kembali,” sambung Leila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *