Terapi Hiperbarik atasi Migren — untuk artikel gaya hidup

Banyak orang belakangan ini pergi ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan terapi hiperbarik. Bahkan pejabat atau pengusaha ikut-ikutan ke sana. Maklum, terapi itu dipercaya bisa memulihkan tubuh secara kilat dan jangka panjang.

Tahukah kalau terapi oksigen juga dapat mengatasi migren dan sakit kepala. Itu didasarkan pada uji klinis yang dilakukan Dokter Michael H. Bennett, peneliti pada Prince of Wales Hospital, Radnwick, Australia, yang dikutip situs reuters.com, beberapa waktu lalu.

Peneliti telah melakukan beberapa studi yang melibatkan 201 pasien pengguna terapi oksigen. Data tersebut diambil dari pasien-pasien yang berobat antara 1981-2004. Ada 3 macam terapi yang mereka gunakan, yaitu terapi hiperbarik, monobarik, dan plasebo.

Terapi hiperbarik adalah terapi oksigen murni yang disalurkan lewat alat yang bertekanan. Sedangkan normobarik adalah terapi oksigen murni dengan peralatan portabel dan pasien bernafas biasa.

Walhasil, terapi hiperbarik enam kali lebih efektif untuk mengurangi sakit migren ketimbang plasebo. Sedangkan normobarik dapat mengurangi nyeri sakit kepala cluster. Sakit kepala cluster dapat menyebabkan sakit yang luar biasa pada satu sisi kepala termasuk di bagian mata.

Serangannya biasanya akan berlangsung selama 15 menit hingga beberapa jam. Bahkan bisa terjadi serangan berulang dalam beberap pekan dan bulan, tanpa gejala. Sedangkan migran adalah serangan satu sisi kepala tetapi sering berkaitan dengan rasa mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya dan suara.

Namun Bennet mengingatkan terapi ini relatif lebih mahal. “Mungkin juga tidak tercakup dalam asuransi kesehatan,” ujarnya. Terapi hiperbarik juga lebih baik digunakan pada kasus-kasusu yang buruk, setelah pasien gagal menjalani terapi alternatif lain.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *