Telkom Aktif dalam Ekonomi Digital di Indonesia

Telkom Aktif dalam Ekonomi Digital di Indonesia

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia kini hadir membawa konsumen dalam sebuah pengalaman dunia digital Like Never Before melalui multi platform dan saluran di antaranya seluler, fiber, dan broadband highway.

Seiring dengan itu, TELKOM saat ini telah bertransformasi dan membangun secara aktif ekosistem digital di Indonesia untuk memastikan dunia e-commerce di tanah air tumbuh dan terpelihara secara berkelanjutan, baik di konteks model usaha Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C). TELKOM menjawab tantangan dunia digital dengan menyuguhkan produk-produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia melalui unit-unit bisnis yang ada.

Dalam pemaparan bertema “Accelerating Digital Economy” pada ajang Indonesia E-commerce Summit and Expo (IESE) 2017, Senior Vice President Media & Digital Business PT. Telekomunikasi Indonesia dan CEO Metranet, Joddy Hernady menjelaskan, perkembangan ekonomi digital di Indonesia memiliki posisi yang penting sebagai salah satu pasar yang berpotensi terbaik di Asia. “TELKOM ingin berpartisipasi secara aktif dalam membentuk masa depan industri e-commerce di Indonesia,” ujarnya dalam rilis yang diterima (15/5/2017).

Pihaknya, lanjut Joddy, terus berbenah diri dalam konteks menyediakan produk dan jasa komunikasi yang terintegrasi sehingga memberikan segala akses kemudahan tanpa batas, mulai dari penyediaan infrastruktur telekomunikasi digital, hingga layanan e-commerce yang dapat diakses secara seamless. “Sehingga menciptakan sebuah pengalaman konsumen yang unik, memuaskan, dan belum pernah dirasakan sebelumnya,” imbuhnya.

Indonesia dikategorikan sebagai negara berkembang dalam konteks kesiapan industri digital. Beberapa indikasi makro ekonomi menyatakan bahwa saat ini tengah terjadi pergeseran pasar yang menindikasikan potensi lompatan besar ke arah digitalisasi ekonomi. Indikator tersebut antara lain sekitar 60 persen populasi Indonesia adalah generasi muda yang terdiri dari Gen Z dan Millenials.

Selain itu penetrasi smartphone meningkat dari hanya 16 persen di tahun 2012 menjadi kurang lebih 40 persen di tahun 2015. Diperkirakan penetrasi ini akan mencapai angka 65 persen di tahun 2020. Sejalan dengan itu, Indonesia juga termasuk dalam pengguna internet tertinggi di dunia dalam konteks durasi waktu yang dihabiskan.

Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan 8 jam berinternet dan 3 jam berinteraksi di sosial media. Seiring dengan daya beli masyarakat yang semakin meningkat, diprediksikan bahwa akan ada sebanyak 110 juta

orang yang melakukan transaksi belanja online di tahun 2020, yang artinya e-commerce berkontribusi sebesar 3 persen dari total pembelanjaan ritel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *