Sinar Mas Land-Binar Academy Hadirkan Retrospekt!

Sinar Mas Land, pengembang properti, berkolaborasi dengan Binar Academy menghadirkan Retrospekt! di ICE BSD City, Tangerang. Mengusung tema #FailForward. kolabroasi itu bertujuan untuk menjadi wadah bagi para ahli untuk memulai berbagi pengalaman, mengenai tantangan dan peluang dunia digital sehingga bisa menciptakan kolaborasi yang padu untuk memajukan transformasi digital di Indonesia.

BSD City saat ini telah menjadi digital talent pool yang berfokus pada pengembangan para talenta berbakat yang merupakan aset bangsa Indonesia di bidang teknologi digital dengan terus membangun ekosistem Digital Hub. Binar Academy hadir sebagai sarana edukasi dan pencetak SDM yang memiliki kompetensi developers kelas dunia yang dipercaya mampu untuk mendorong pengembangan ekonomi digital nasional.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi turut membawa beragam perubahan dan mendorong hadirnya era baru, yaitu era 4.0. Hal ini telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti digital economy, big data, robotic, Augmented Reality, hingga Artificial Intelligence.

Transformasi digital yang terjadi secara masif membawa tantangan tersendiri dan dibutuhkan keterlibatan semua pihak, seperti pemerintah, korporasi dan Startup untuk bersama membentuk ekosistem digital yang kohesif.  

Fakta ini mendorong Sinar Mas Land untuk mewujudkan visi menjadikan BSD City sebagai ekosistem digital yang dalam jangka panjang menjadi kiblat ekonomi digital di Indonesia.

Untuk mempercepat perwujudan visi tersebut, BSD City akan dipersiapkan menjadi digital talent pool dengan bermarkasnya sekolah-sekolah digital bertaraf nasional dan internasional.

Irawan Harahap selaku Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land mengatakan, dalam jangka panjang BSD City akan menjadi ekosistem digital terdepan di Indonesia dan rencana tersebut dimulai dari pengembangan digital talent pool yang ada di area BSD City.

Keberadaan sekolah-sekolah digital di lingkungan BSD City seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Techpolitan, Purwadhika Startup & Coding school, Geeksfarm, Esport training center akan mempercepat pergerakan kami menuju smart city sekaligus mendukung ekonomi digital Indonesia di masa depan.

“Akan ada arus masuk pelaku digital ke BSD City untuk belajar, bekerja serta berkreasi sehingga fokus digital ekonomi akan berada di BSD City. Kami berharap bisa menjadi kiblat ekonomi digital di Indonesia dan di Asia Tenggara dalam kurun waktu secepatnya,” ujarnya dalam keterangan persnya (17/3/2019).

Retrospekt! Conference mengangkat beragam topik yang dibahas secara mendalam oleh para pakar dari berbagai jenis industri mulai dari media hingga perbankan. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun turut hadir sebagai pembicara dan memaparkan pandangan pemerintah mengenai kondisi transformasi digital saat ini.

Rudianatra mengaku betapa pesatnya perkembangan digital di Indonesia. Pengguna internet yang semakin bertambah di setiap pelosok negeri hingga melesatnya pertumbuhan Startup.

“Dari fakta ini saya percaya bahwa BSD City memiliki potensi menjadi kawasan pusat teknologi setara Silicon Valley seperti yang ada di Amerika Serikat. BSD City memiliki keunggulan dalam mencetak talent developer yang mumpuni, karena di kawasan ini terdapat sejumlah institusi pendidikan di bidang IT,” katanya.

Sementara itu, pemerintah menyediakan dua puluh ribu beasiswa tahun ini untuk mencetak digital talent di Indonesia bekerjasama dengan universitas, dosen, mentor serta tempat dari perusahaan besar. Hal ini dilakukan, agar Indonesia mampu bersaing di era industri 4.0.”

Lebih lanjut Rudiantara menambahkan ,saat ini ada tiga lembah silicon di dunia yaitu Bay Area atau Silicon Valley di Amerika Serikat, kedua adalah Bejing, China dan ketiga adalah Bangalore, India. Mungkin B selanjutnya adalah Bumi Serpong Damai (BSD City)”, ujar Rudiantara.

Alamanda Shantika selaku CEO Binar Academy menyatakan bahwa pengalaman yang diperoleh Binar Academy selama 2 tahun berkecimpung dalam bidang pendidikan digital dan memberikan layanan transformasi digital semakin memperkuat hadirnya acara ini untuk mendorong terciptanya kolaborasi.

Pentingnya kolaborasi dalam era digital juga pernah dipaparkan dalam riset McKinsey pada tahun 2016 bertajuk “Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity” yang menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta sangat diperlukan terutama dalam menaikkan nilai investasi teknologi informatika mulai dari hulu hingga hilir agar kualitas infrastruktur, tingkat penetrasi masyarakat, serta produktivitas kerja semakin meningkat. 

“Transformasi digital saat ini sudah menjangkau berbagai bidang dan mendorong lahirnya Startup. Akan tetapi kami melihat bahwa potensi besar Indonesia tidak akan dapat dipenuhi secara maksimal tanpa kerjasama antara pemerintah, korporat dan startup,” tutur Alamanda.


Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land, Irawan Harahap. berharap penyelenggaran Retrospekt! juga mendapat dukungan dari Tokopedia yang sebelumnya berkolaborasi dalam kegiatan Hack of Thrones dan Sinar Mas Land yang mendukung pembukaan sarana edukasi digital Binar Academy di Digital.

Pihaknya memberikan dukungan terhadap Binar Academy dan Retrospekt! dikarenakan kegiatan ini sejalan dengan keinginan kuat dari Sinar Mas Land dalam mendukung Indonesia di era digital ini terutama dalam mencetak lebih banyak sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi developers kelas dunia sehingga mampu mendorong pengembangan ekonomi digital nasional.

“Kami berharap sebagai pusat digital talent beberapa Academy seperti Apple iOS developer, Binar academy, Purwadika IT school, Geeksfarm, Esport training center telah hadir di BSD demi menjawab kebutuhan talent kedepan,” kata Irawan Harahap.