PT Freeport Indonesia bersama Pemerintah megurangi Penyakit Tuberkolosis melalui lima klinik TB di Mimika

Di tengah penyakit Tuberkulosis (TB) yang masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia, PT Freeport Indonesia turut aktif bersama pemerintah melalui lima klinik TB di Mimika berhasil mencapai tingkat keberhasilan pengobatan hingga 98% pada periode 2013-2014 dan 96% pada 2014-2015, jauh lebih tinggi dibandingkan standar World Health Organization (WHO), yakni 85%.

Klinik tersebut diinisiasi oleh PT Freeport Indonesia pada 2007 di bawah Community Health Development. Pengobatan tuberkulosis di klinik tersebut dapat mencapai tingkat keberhasilan yang sangat tinggi karena departemen yang bersangkutan aktif melalukan strategi pengendalian TB kepada masyarakat termasuk deteksi dini kasus tuberkulosis.

“Banyak orang yang tidak tahu saat dirinya mengidap tuberkulosis karena kurangnya pengetahuan tentang gejala penyakit tersebut,” ujar Kepala Klinik Tuberkulosis, Djonny Lempoy.

Ia menambahkan, “Masyarakat dari tujuh suku yang berada di Mimika yang kami diagnosis terjangkit penyakit ini segera diberi pengobatan gratis oleh PT Freeport Indonesia sampai mereka sepenuhnya pulih.”

Dari laporan Dinas Kesehatan lokal, ditemukan 1.434 kasus tuberkulosis selama 2016, meningkat dari 1.124 kasus pada tahun 2015. Sesuai laporan WHO tentang TB, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi kedua di dunia setelah India.

Terdapat sekitar 1,6 juta kasus tuberkulosis di Indonesia pada 2016. Berdasarkan Survei Pravelensi TB oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI Tahun 2013-2014, perbandingan antara pasien tuberkulosis dengan jumlah penduduk Indonesia ialah sebesar 660:100.000. Sementara di Timika, perbandingannya sebesar 686:100,000 pada 2013.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *