Prediksi Belanja Obat 2021

Prediksi Belanja Obat 2021
Prediksi Belanja Obat 2021

Ini kabar gembira buat industri farmasi. Menurut perkiraan Quintiles IMS, belanja global obat-obatan resep akan mencapai hampir $ 1,5 triliunpada tahun 2021. Meskipun tingkat pertumbuhan tahunan akan menurun dari tahun-tahun belakangan ini. Dari angka itu, Amerika Serikat menguasai US$ 675 milyar.

Prediksi IMS itu berasal dari angka belanja kotor tahun ini sebesar US$ 375 milyar. Angka tersebut ditaksir akan terus meningkat, meski belanja tahunan global sebesar 6-9 persen. Pertumbuhan tersebut berasal dari belanja untuk obat baru kanker, diabetes, dan penyakit autoimun. Dua tahun sebelumnya, belanja obat resep lebih banyak dikuasai oleh obat baru hepatitis C.

Kami akan kembali ke tingkat yang lebih seimbang dan ekspansi yang berkelanjutan. Menurut kami, sistem kesehatan dan pembayar akan mampu mengelola,” Murray Aitken, Direktur Eksekutif Institute QuintilesIMS seperti dikutip situs reuters.com (6/12/16).

Sedangkan untuk Amerika Serikat, yang mendominasi pasar obat dunia tumbuh sebesar 4-7 persen. Ini merupakan penurunan dari belanja tahun lalu yang seebar 12 persen. Laporan ini memproyeksikan perlambatankenaikan harga obat bermerek di Amerika Serikat yang mungkin akibat dari meningkatnya tekanan politik.

“Kami memproyeksikan mereka akan memiliki dampak total selama lima tahun ke depan di kisaran $ 27 miliar menjadi $ 58 milyar pada penghematan di pasar AS,” kata Aitken.

Laporan IMSD juga memprediksikan rata-rata 45 peluncuran obat baru setiap tahun. Sementara itu, biaya perawatan pasien akan semakin mahal. Ini karena pasien masih cenderung menggunakan obat paten ketimbang obat off paten atau obat generik.

Sementara itu, Cina diperkirakan akan menghabiskan antara US$ 150 miliar-180 milyar pada lima tahun mendatang, namun pertumbuhan belanja tahunan untuk obat-obatan akan jatuh menjadi kurang dari 7 persen selama lima tahun ke depan. Lalu tingkat pertumbuhan tahunan gabungan dari belanja obat di Eropa diperkirakan hanya 1 sampai 4 persen pada 2021.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*