Penas Tanggul: Aksi Menghilangkan Rokok
Berita

Penas Tanggul: Aksi Menghilangkan Rokok

Kholis Wahyudi merasakan benar tekanan di sekolah. Siswa pelajar di Penas Tanggul, malu setelah teman-teman sekolahnya sudah tidak merokok lagi. Akibatnya pria berusia 18 tahun terpaksa mengalah. “Saya biasa merokok sebungkus rokok sehari, tapi sekarang saya bisa menguranginya menjadi dua sampai tiga batang,” katanya seperti disiarkan reuters.com (12/5/2017).

Di Penas Tanggul, Jakarta Timur, lingkungannya sudah dilukisan lukisan awarna cerah. Ada spanduk yang berisi zona bebas asap rokok. Warga di sana sudah terdorong untuk berhenti atau terhindar dari merokok “jadi lingkungan ini tidak hanya cantik, tapi juga sehat,” kata Nobby Sail Andi Supu, seorang siswa berusia 22 tahun yang mengkoordinasikan program tersebut dengan sebuah kelompok warga.

Kondisi ini tak terlepas dari maraknya gerakan anti merokok di sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa tempat fasilitas umum, rumah sakit, lembaga pendidikan, hingga mal, sudah membuat larangan merokok.

Lebih dari 200 orang, kebanyakan mahasiswa, mengadakan demonstrasi bulan lalu untuk menentang pameran industri mesin pembuat rokok yang akan datang di Jakarta dan merencanakan sebuah demonstrasi lagi minggu depan, kata Manik Marganamahendra, salah satu penyelenggara demonstrasi.

Perusahaan rokok menargetkan orang muda Indonesia dengan produk baru seperti rokok rasa buah, serta kemasan dan iklan yang menarik, kata Marganamahendra berusia 20 tahun.

“Kami benar-benar ingin industri rokok benar-benar hilang, tapi tidak bisa terjadi dalam semalam,” katanya kepada Reuters. “Kami ingin menghilangkan ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap rokok.”

Indonesia memiliki tingkat merokok tertinggi dan merupakan penghasil rokok terbesar keempat di dunia, yang sebagian besar merupakan varietas kretek “kretek” dan tembakau yang menyengat, namun parlemen telah mengusulkan undang-undang untuk meningkatkan produksi tembakau lebih lanjut.

Beberapa kelompok sekarang mendorong kembali melawan tembaka di negara berpenduduk 250 juta orang di mana hampir dua pertiga pria merokok. Satu bungkus rokok bisa cuma dihargai di bawah Rp 50.000.

Terlepas dari masalah kesehatan, industri tembakau sering dipertahankan di Indonesia oleh politisi dan lain-lain sebagai sumber pendapatan penting bagi petani dan pendapatan bagi pemerintah.

Indonesia menghasilkan 269,2 miliar batang rokok pada 2015, menurut firma riset Euromonitor International. Pasar senilai 231,3 triliun rupiah ($ 17,3 miliar) dan tumbuh cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *