Olahraga Teratur Atasi Disfungsi Ereksi

Banyak anjuran yang telah diberikan untuk berolahraga. Tujuannya untuk mepertahankan kebugaran dan menghindari penyakit. Namun belum banyak studi yang mengaitkan olahraga dengan disfungsi ereksi (DE). Nah studi terbaru yang dilakukan periset dari Mayo Clinic, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa olahraga rutin juga dapat membantu mempertahankan ereksi.

Dalam studi yang dimuat medicaldaily.com (2/11/2016), peneliti menganalisa 7 studi yang melibatkan 505 pria. Beberapa dari mereka  diminta untuk menyelesaikan baik aerobik atau latihan dasar panggul (atau kombinasi keduanya), sedangkan yang lain tidak diminta untuk berolahraga sama sekali. Kedua kelompok itu diukur fungsi ereksinya dengan menggunakan Indeks Fungsi Ereksi Internasional.

Laporan ini menemukan bahwa pria yang berolahraga mampu secara signifikan meningkatkan fungsi ereksi mereka dibandingkan dengan pria yang tidak berolahraga sama sekali, Reuters melaporkan, terlepas dari masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya pria. Menurut para peneliti, temuan ini menunjukkan latihan harus dimasukkan dalam pengobatan DE.

DE yang dikenal juga sebagai impotensi terjadi ketika seorang pria memiliki kesulitan mempertahankan ereksi cukup lama untuk aktivitas seksual. Seiring dengan kesulitan mendapatkan atau menjaga ereksi, DE juga dapat dikaitkan dengan hasrat seksual berkurang.

Ada sejumlah kontribusi penyebab di balik ED, termasuk otot dan saraf masalah, dan ketidakseimbangan hormon. “Masalah ini juga seringterjadi karena efek samping dari kondisi kesehatan lainnya yang mendasari, seperti obesitas, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson,” bunyi laporan studi dari Mayo Clinic.

Saat ini, pengobatan utama untuk ED adalah obat-obatan, dengan sildenafil sitrat menjadi yang terbaik dikenal di kalangan obat ED. Obat ini bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis, yang memungkinkan orang untuk mempertahankan ereksi yang kuat.

Menurut Dr. Landon Trost, androlog dan ahli infertilitas pria di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, yang tidak terlibat dengan penelitian ini,mengatakan bahwa olahraga dapat bekerja dengan baik. “Namun jika dilakukan sedikit kurang efektif menjadi alternative pengobatan,” katanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *