Massa Tulang Mempengaruhi Alzheimer
Tips

Massa Tulang Mempengaruhi Alzheimer?

Alzheimer selama ini dikaitkan dengan gangguan di otak. Berkurangnya kadar myelin dan serotonin, neurotransmitter otak, membuat alur komunikasi antar sel-sel saraf jadi terganggu. Sebab neurotransmitter adalah senyawa otak yang menjadi jembatan antar sel saraf. Tapi peneliti NEOMED, Amerika Serikat, mengaitkan penyakit pikun dengan kekurangan masa tulang. Hasil studinya dimuat dalam Journal of Alzheimer Disease edisi mendatang.

Dalam situs sciencedaily.com (1/12/16), Dr Dengler-Rich, ketua tim peneliti NEOMED , ia menemukan beberapa kasus yang ditemukannya, banyak pasien yang mengalami massa tulang juga mengalami degenerasi sertonin di batang otak. Serotonin adalah neurotramiter yang berkaitan dengan suasana hati dan tidur. “Tulang seseorang mungkin menjadi salah satu indikator paling awal degenerasi otak pada penyakti alzheimer,” ujarnya.

Lebih dari lima juta orang Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, alzheimer menjadi penyakit penyebab utama kematian tertinggi keenam. Selain soal nyawa, penyakti tersebut juga membawa konsekswensi sosial dan emosional. Biaya pereawatannya yang mahal dan lama meengganggu perekonomia keluarga dan negara.hidup dengan penyakit Alzheimer.

Selain itu, penyakit ini bisa diturunkan. Sekitar 5 persen dari kasus alzheimer adalah faktor genetik. Artinya, alzheimer bisa diturunkan ke anak atau cucunya. Selain alzheimer, berkurangnya densitas massa tulang juga diketahui bisa menyebabkan osteoporosis.

“Pengukuran kepadatan tulang, yang secara rutin dilakukan di klinik, bisa berfungsi sebagai biomarker yang berguna untuk menilai risiko AD di populasi yang menua kami,”
kata Dr Dengler-Crish. “Temuan studi ini memotivasi kita untuk mengeksplorasi sistem serotonin sebagai target terapi baru yang potensial untuk penyakit ini menghancurkan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *