Makanan Berlemak Mempercepat Penyebaran Kanker
Berita

Makanan Berlemak Mempercepat Penyebaran Kanker

Jika Anda atau saudara Anda menderita kanker, lebih baik hindari makanan-makanan yang kaya lemak. Sebab riset yang digelar oleh tim yang diketuai Profesor Salvador Aznar Benitah, peneliti Research Institute of Barcelona (IRB) telah mengidentifikasi untuk pertama kalinya adanya protein spesifik yang disebut CD36 pada sel kanker yang memiliki kemampuan untuk bermetastasis (menyebar).

CD36 ditemukan pada membran sel sel tumor. CD36 bertanggung jawab mengambil asam lemak. Ini aktivitas CD36 yang unik dan ketergantungan pada asam lemak cukup tinggi. Hasil riset mereka telah diterbitkan dalam jurnal Nature, dan diberitakan kembali oleh situs sciencedaily.com (7/12/16).

CD36 terdapat pada sel kanker metastatik dari pasien berbagai tumor ganas. Antara lain, kanker mulut, kanker kulit melanoma, ovarium, kandung kemih, paru-paru dan kanker payudara. Untuk mengonfirmasi peran penting dalam penyebaran kanker, peneliti menambahkan CD36 pada sel-sel kanker non-metastatik. Ternyata sel kanker yang semula tidak menyebar, berubah jadi sel-sel yang metastase.

Untuk membuktikannya, mereka menguji asam lemak jenuh tertentu yang disebut palmitic acid. Asam plasmitat ini merupakan komponen utama dari lemak hewani dan nabati. Tzat itu terdapat dalam jumlah tinggi pada minyak sawit yang digunakan dalam banyak makanan dan produk rumah tangga, seperti selai kacang dan bahan pasta gigi.

Tikus dibagi 2 kelompok. Kelompok satu diberi suntikan sel tumor mulut manusia yang sudah dicampur dengan asam plasmitat, sedangkan kelompok satunya lagi diberi sel tumor juga tapi tanpa asam plasmitat. Tim menemukan bahwa tikus yang mendapat suntikan sel tumor plus asam plasmitat, terkena kanker. Kanker tadi lalu menyebar ke organ tubuh lain.

“Pada tikus diinokulasi dengan sel tumor manusia, tampaknya ada hubungan langsung antara asupan lemak dan peningkatan potensi metastasis melalui CD36,” ujarnya. Namun, Benitah mengakui, penelitian lebih banyak diperlukan untuk mengungkap hubungan ini.

“Meskipun belum diuji dalam semua jenis tumor, kami dapat menyatakan bahwa CD36 adalah penanda umum sel metastatik. Ini pertama yang saya tahu,” kata Profesor Benitah, ketua tim peneliti yang juga Kepala Laboratorium Sel Punda dan Kanker IRB Barcelona.

“Kami berharap penelitian ini memiliki dampak besar pada komunitas ilmiah dan kemajuan lebih lanjut dalam penelitian metastasis,” kata Benitah. “Kami berharap dapat memvalidasi potensi CD36 sebagai pengobatan anti-metastasis.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *