Menko Maritim Ikut Ramaikan Gerakan Indonesia Bersih

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan hadir dalam acara launching Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di Jakarta Car Free Day.

Di situ Luhut menegaskan, sekarang saatnya fokus pada peduli sampah. “Dalam kegiatan ini, kami, mengajak Indonesia untuk peduli bersih, peduli sampah,” ujarnya dalam keterangan persnya.

“Bukan hanya satu kelompok, satu suku, satu agama, satu ras, apalagi politik, tapi seluruh Indonesia harus peduli bahaya sampah,” imbuhnya.

Luhut memaparkan, sampai saat ini tercatat sudah 12 kota di Indonesia tidak menggunakan plastik, di antaranya Semarang.

Sedangkan Surabaya, Bali, dan Makassar. Untuk Jakarta sendiri, sedang diupayakan untuk menyusul tidak menggunakan plastik. Sebab tercatat hampir 8000 ton/ hari sampah plastik di Jakarta.

“Itu sebabnya Presiden meminta ini segera diluncurkan. Kita buat masif seluruh daerah terlibat, juga tidak ada lintas agama, suku, miskin. Karena ini masalah kita. Kita berpacu dengan waktu. Semua punya kepedulian mengenai sampah,” ujarnya.

Luhut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk ikut terlibat dalam gerakan ini.

“Kita harus mengerjakan pakai hati, bukan hanya slogan saja. Semua dilakukan mulai dari kelompok kecil, kita semua, sosialisasikan ini semua, supaya Indonesia bersih,” tambahnya.

Budi bilang bahwa Perlu banyak sekali disiplin yang harus dikomitmen, bersih dalam agama, apapun harus bersih.

“Ajakan Pak Luhut luar biasa. Saya sepakat kemenhub ikut serta, baik di laut, udara, darat, semua kita support. Demi Indonesia yang lebih bersih,” tutur Budi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya menegaskan pentingnya komitmen disiplin membuang sampah.

Titiek Puspa juga turut meriahkan acara Launching GIB ini. Dengan menampilkan lagu “sampah sayang”, Titiek Puspa juga menegaskan pentingnya bersih Indonesia.

“Saya ikut karena ini sesuatu yang diharuskan, wajib, mari kita bersih indonesia, bersih lahir batin,” katanya.

Menurutnya, kita dikasih sesuatu yang luar biasa oleh tuhan. “Mulai sekarang bapak/ibu buang sampah pilah pada tempatnya, supaya kita kalau sudah mati di sana, cucu-cucu kita sehat hidup dengan alam,” pungkas Titiek Puspa. (usy)