GO-FOOD Dukung pengurangan penggunaan plastik sekali pakai

GO-FOOD berkomitmen untuk terus memperluas dampak sosial salah satunya dengan mendukung upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. GO-FOOD mendorong inisiatif yang secara aktif dapat dilakukan oleh seluruh ekosistemnya secara berkelanjutan.

Chief Food Officer GOJEK Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, sebagai pelopor aplikasi layanan pesan-antar makanan dengan pengguna dan merchant terbanyak, serta kontribusi ekonomi tertinggi harus diiringi dengan nilai-nilai lebih lainnya.

Salah satunya adalah terus berupaya mendorong terwujudnya dampak-dampak sosial dan lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk membuat teknologi yang memudahkan hidup konsumen dan merchant kami, termasuk dalam penerapan gaya hidup mereka yang ramah lingkungan,” ujar Catherine dalam keterangan persnya (18/72019).

“Melalui inovasi terbaru GO-FOOD, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama turut menyelamatkan lingkungan karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama.”

Dua inisiatif utama yang dilakukan GO-FOOD meliputi:

  • Pilihan Untuk Tidak Memesan Alat Makan Sekali Pakai di Dalam Aplikasi. Kini, dengan memanfaatkan teknologi di platform GO-FOOD, pelanggan bisa memilih alat makan secara opsional di daftar pilihan menu dengan biaya tambahan mulai dari Rp 1.000. Saat ini, sudah ada lebih dari 750 outlet yang bergabung dalam inisiatif ini di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali.
  • Delivery Bag Untuk Pengemudi GOJEK. Dari sisi driver, GO-FOOD juga akan menyediakan tas pengantaran makanan khusus yang desainnya lebih disempurnakan dari tas yang diberikan ke driver sejak tahun lalu.

Dua inisiatif di atas merupakan solusi yang direncanakan akan lebih berkesinambungan karena secara nyata langsung  bisa dilakukan oleh merchant, driver, dan pelanggan sebagai pengambil keputusan dalam setiap transaksi GO-FOOD.

Inisiatif serupa juga telah dilakukan di Bandung. Melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) bersama jajaran pemerintah kota untuk mendukung keberhasilan Program Bandung Smart City, GOJEK membagikan 10.000 tote bag kepada mitra driver sehingga mereka bisa secara langsung mengurangi penggunaan kantong plastik untuk mengambil dan mengantar orderan sehari-hari.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati menyatakan, Pemerintah telah mempunyai kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dan mengakselerasi penerapannya untuk memastikan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

Ada 14 kota dan 1 provinsi (Bali) yang telah melarang penggunaan plastik sekali pakai. “Oleh karena itu, KLHK mengapresiasi GO-FOOD sebagai aplikasi layanan pesan-antar makanan pertama di Indonesia yang mendukung upaya pemerintah untuk pengurangan sampah plastik dengan memberikan pilihan kepada konsumen GO-FOOD untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai,” kata Rosa.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia, Imam Musthofa yang menyambut ajakan kolaborasi dari GO-FOOD.

“WWF-Indonesia mengapresiasi GOJEK yang terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan namun juga memastikan menjalankan praktik bisnis yang ramah lingkungan,” ucap Imam. (ast)