Kontroversi Tinggi Badan dan Berat Badan Terhadap Kanker Prostat
Berita

Kontroversi Tinggi Badan dan Berat Badan Terhadap Kanker Prostat

 Anda tergolong memiliki tubuh yang tinggi dan berbadan gemuk? Jika ya, waspadalah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria lebih tinggi dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat yang lebih agresif. Itu terungkap setelah peneliti dari University of Oxford di Inggris menemukan dua kaitan tersebut.

Seperti dikutip situs telegraph.co.uk (13/7/2017), 

 

 ketua tim peneliti Dr. Aurora Perez-Cornago dan timnya membuka kembali perdebatan tersebut dan melihat-lihat hubungan dengan detail lebih rinci.

Data diambil dari European Prospective Investigation ke Cancer and Nutrition, yang terdiri dari 141.896 pria dari Denmark, Italia, Jerman, Yunani, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Usia rata-rata peserta adalah 52 tahun.

Secara keseluruhan, ada 7.024 kejadian kanker prostat, di antaranya 726 bermutu tinggi dan 1.388 berada dalam stadium lanjut. Ada juga 934 kematian akibat kanker prostat. Begitu data dianalisis, tim peneliti menyimpulkan bahwa tinggi badan tidak terkait dengan risiko kanker prostat secara keseluruhan.

Namun, risiko penyakit bermutu tinggi dan kematian akibat kanker prostat dikaitkan dengan tinggi badan: risiko meningkat masing-masing 21 persen dan 17 persen, untuk tinggi masing-masing 10 sentimeter.

Mengapa ketinggian mungkin menjadi faktor dalam kanker prostat tidak jelas. Dr. Perez-Cornago mengatakan: “Temuan risiko tinggi pada pria yang lebih tinggi dapat memberikan wawasan tentang mekanisme pengembangan kanker prostat, misalnya terkait dengan nutrisi dan pertumbuhan awal.”

Penelitian sebelumnya melihat hubungan antara tinggi badan, indeks massa tubuh (BMI), dan risiko kanker prostat telah menghasilkan hasil yang bervariasi. Beberapa penelitian awal menunjukkan peningkatan risiko dengan BMI tapi tidak tinggi, sementara yang lain tidak meyakinkan untuk berat dan tinggi badan.

Namun, sebagian besar karya sebelumnya tidak memecah data menjadi tipe kanker. Misalnya, mereka tidak memperhitungkan stadium (seberapa jauh tumor telah menyebar) dan kadar (seberapa abnormal sel tumornya). Proyek penelitian di Inggris ini adalah salah satu yang pertama membedakan antara tumor tingkat tinggi dan stadium lanjut.

Di Amerika Serikat, kanker prostat adalah kanker kedua yang paling umum pada pria. Sekitar 1 dari 7 pria akan didiagnosis menderita kanker prostat seumur hidup mereka, dengan 1 dari 39 pria diperkirakan meninggal akibat penyakit ini.


 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *