Klabet Atasi Kanker Payudara

Tanaman klabet merupakan tanaman yang berkembang dan tumbuh sepanjang tahun. Tumbuh tegak dan memiliki tinggi 30 cm sampai 60 cm. Daun berbentuk bundar terbalik sampai bentuk kaji, panjang 20 cm sampai 25 cm. Berdasarkan rujukan dari Buku Materia Medika Indonesia, tanaman ini telah dibudidayakan didaerah Lembang, Bandung, pada ketinggian tempat 1200 meter di atas permukaan laut, tumbuh dan berbiji baik. Selain itu juga tumbuh di Lampung. Biji klabet juga dapat ditemukan di pasaran sebagai salah satu bumbu dapur.

Klabet ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat kanker payudara. Disertasi yang pernah disampaikan Dokter Kurnia Agustini Msi Apt, untuk meraih gelar Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, beberapa tahun silam, menunjukkan bahwa klabet bisa digunakan sebagai alternatif obat kanker payudara.

Secara garis besar, disertasi Kurnia berfokus pada pencarian alternatif bahan alam yang dapat digunakan untuk bahan obat-obatan golongan SERMs (Selective Estrogen Receptor Modulators). Obat-obatan golongan SERMs (Selective Estrogen Receptor Modulators), seperti tamoxifen, raloxifen, dan toremifen, secara klinik telah digunakan dalam jangka panjang pada kasus kanker payudara dependent hormonal. Obat-obatan golongan ini bekerja secara agonis parsial terhadap estrogen endogen, dimana bersifat antiestrogenik terhadap kanker payudara tetapi bersifat agonis estrogen terhadap organ lainnya seperti tulang, lipid darah dan endometrium.

Namun, sebagai adjuvant, SERMs dapat menghambat perkembangan sel kanker payudara dan juga mencegah metastasis (penyebaran) selanjutnya. Namun, penggunaan jangka panjang obat-obat golongan SERMs, terutama tamoxifen, menimbulkan efek samping yang cukup berat, bahkan meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mencari obat-obatan golongan SERMs yang lebih aman, terutama dari eksplorasi alam.

Dr. Kurnia Agustini, M.Si., Apt. menjelaskan bahwa obat-obatan golongan SERMs (Selective Estrogen Receptor Modulators) adalah kelompok obat untuk pencegahan maupun penanganan kanker payudara khususnya tipe hormonal (hormonal-dependen/estrogen receptor positive breast cancer) karena memiliki sifat agonis parsial terhadap estrogen endogen.

Tamoxifen yang merupakan drug of choice of SERMs sintetik saat ini mempunyai efek samping yang cukup tinggi dan relatif mahal. Pada penggunaan jangka panjang, tamoxifen selain dapat mengurangi insidensi kanker payudara tapi juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker endometrium. Obat-obatan golongan SERMs, saat ini selain secara sintetik juga meliputi eksplorasi tanaman obat yang mengandung fitoestrogen, salah satunya adalah biji klabet (Trigonella foenum-graecumL.).

Penelitian dilakukan pada periode Maret 2008-Maret 2012. Riset ini menggunakan biji klabet karena penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa biji klabet mempunyai aktifitas sebagai fitoestrogen dan dapat mencegah pertumbuhan beberapa sel kanker secara in vitro. Bagian yang diambil adalah bijinya.

Hasil risetnya menunjukkan bahwa biji klabet mempunyai aktivitas fitoestrogen dan antioksidan. Sifat ini yang menjadikan biji klabet dapat digunakan sebagai SERMs, yang penggunaannya dapat diaplikasikan pada kanker payudara hormonal dependen.

Fitoestrogen adalah senyawa dari tanaman yang mempunyai aktivitas seperti estrogen tubuh. Golongan senyawa fitoestrogen adalah flavonoid, isoflavonoid, stilbena, sapogenin steroid, lignan. Biji klabet diduga bersifat sebagai fitoestrogen karena kandungan flavonoidnya, yaitu vitexin dan isovitexin, selain itu juga kandungan sapogenin steroidnya yaitu diosgenin, gitogenin, tigogenin, yamogenin dan trigoneosida.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *