KICKS Luncurkan Kegiatan Advokasi Publik #CegahKankerServiks

Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) meluncurkan kegiatan advokasi publik #CegahKankerServiks. Kegiatan itu berbentukkomunikasi berbasis digital yang bertujuan untuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait kanker serviks dan bagaimana upaya pencegahannya. Peluncuran dilakukan di Hong Kafe, Menteng, Jakarta Pusat (14/8/2017).

Dalam acara tersebut, Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG(K), Ketua Umum Himpunan Onkologi & Ginekologi Indonesia dan salah satu penggagas KICKS mengatakan bahwa kanker serviks merupakan momok yang membahayakan hidup perempuan. Menurut data Globocan yang dirilis oleh WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer tahun 2012, setiap jam ada 1 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks. Diperkirakan terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

Terkait status kanker serviks di Indonesia, Andrijono menunjukkan data yang dihimpun dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat, Data itu menyebutkan 70% penderita kanker serviks datang dengan stadium lanjut (stadium >3b), dengan kelompok umur paling banyak didapatkan rentang usia 35-55 tahun, sehingga mempengaruhi angka harapan hidup pasien tersebut.

Data penderita kanker serviks di RS Dr Cipto Mangunkusumo (2010-2014) dari 105 pasien, hanya 14% pasien yg mampu bertahan hidup hingga 1 tahun. Bahkan dalam 5 tahun, angka harapan hidup (survival rate) adalah 0%. “Ini mencerminkan bahwa terdapat kurangnya informasi serta data yang diperlukan oleh pasien maupun keluarga pasien kanker serviks mulai dari pemahaman penyakit itu sendiri, tindakan preventif maupun pengobatannya,” imbuh Andrijono.

Padahal, lanjut Andrijono, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah, melalui vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan skrining sejak dini sebagai pencegahan sekunder. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.”Sebagai sebuah koalisi yang digagas oleh berbagai elemen pendukung kesehatan perempuan, salah satu misi utama KICKS adalah melakukan advokasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi dan deteksi dini untuk mengeradikasi kanker servisk di Indonesia,” ujarnya dalam jumpa pers dalam rilisnya.

Selain itu, KICKS juga akan menyerukan kepada pemerintah untuk mengakselerasi program vaksinasi nasional bagi anak sekolah dasar kelas 5, yang telah masuk dalam program percontohan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2016 dan 2017 di DKI Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya.

Kampanye sosial ini akan didukung oleh Duta #CegahKankerServiks dari kalangan selebrita, yaitu Wulan Guritno, Dewi Sandra, Prilly Latuconsina, serta pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah. Untuk mendukung advokasi, website resmi KICKS www.cegahkankerserviks.orgpun diluncurkan sebagai platform sosialiasi untuk penyebaran informasi mengenai kanker serviks, agar seluruh masyarakat mendapatkan pengetahuan yang komprehensif terkait pentingnya langkah pencegahan dan deteksi dini.

Sejak diluncurkan, KICKS telah mempersiapkan program advokasi publik yang ditargetkan pada berbagai pemangku kepentingan, baik masyarakat umum maupun para pembuat kebijakan. Sebagai bagian dari upaya advokasi publik tersebut, KICKS menggalang dukungan dari public figure untuk membantu upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas, terutama melalui kegiatan digital dan media sosial dalam rangkaian kampanye sosial #CegahKankerServiks.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *