Kiat Sukses Tatiana di Bisnis Online VCO di Bantul
Wanita

Kiat Sukses Tatiana di Bisnis Online VCO di Bantul

Teknologi bukanlah sahabat erat Tantiana, yang akrab dipanggil Ibu Ana, seorang pelaku usaha mikro Sentra Virgin Coconut Oil(VCO) di daerah Bantul, Yogyakarta. Sejak tahun 2005, Ibu Ana dan beberapa orang karyawan yang ia latih sendiri memproduksi VCO botolan yang ia jual di daerah Yogyakarta. Sejak munculnya e-commerce, Ibu Ana juga ikut mencoba peruntungan dengan berjualan online, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pelaku usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) lainnya. Namun, seperti dalam rilisnya, ternyata untuk bisa sukses di sebuah e-commerce tidaklah instan. Selama bertahun-tahun, penjualan Ibu Ana melalui e-commerce tidaklah setinggi yang ia harapkan.


Ternyata, barulah Ibu Ana sadari, untuk bisa sukses di dunia online, UMKM perlu memiliki data untuk bisa memprediksi produk manakah yang paling banyak dicari oleh calon pembeli. Hal ini penting untuk mengefisiensikan proses riset, pengembangan dan produksi.

Tetapi sayangnya, kebanyakan e-commerce saat ini hanya mengatasi permasalahan dalam hal kesempatan menjual produk ke konsumen akhir, dan masih kurang menawarkan solusi untuk menolong UMKM dalam hal meningkatkan efisiensi riset & pengembangan produk, proses produksi maupun distribusi.

Ibu Ana baru mengetahui kiat sukses berjualan online sejak bertemu dengan Lemonilo, suatu ekosistem yang menggunakan teknologi untuk mengkurasi, membuat, serta mendistribusikan produk-produk sehat & alami dengan harga terjangkau ke masyarakat. Dari sisi luar, Lemonilo merupakan suatu e-commerce yang mengkhususkan diri untuk menjual produk sehat dan alami.

Namun, ternyata dari sisi dalam, Lemonilo juga memanfaatkan data & teknologi untuk mengembangkan dan memproduksi produk-produk bermanfaat yang dicari masyarakat dengan merangkul UMKM-UMKM lokal. Lemonilo menjadi solusi bagi UMKM hingga petani yang ingin mengembangkan produk berdasarkan data dan teknologi, utamanya dalam segi riset dan distribusi.

Berdasarkan penelitian Lemonilo, ternyata masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar, memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya mengonsumsi produk alami untuk menjaga kesehatan dalam kesehariannya. Sayangnya, saat ini harga produk sehat & alami masih tidak terjangkau oleh banyak kalangan sehingga hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang bisa menjangkaunya. Selain itu, pasar ini masih didominasi produk impor.

Disinilah Lemonilo melihat peluang. “Misi Lemonilo hanya satu, yaitu agar masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi produk-produk terbaik dan bisa merasakan hidup yang berkualitas dan bahagia, bebas dari penyakit di kemudian hari, tentunya dengan harga terjangkau. Di sisi lain, Lemonilo juga ingin merangkul UMKM di Indonesia agar bisa mengembangkan produk asli Indonesia yang memiliki nilai kearifan lokal, bernilai jual tinggi, serta sesuai dengan selera pasar lokal maupun internasional,” ujar Shinta Nurfauzia, CEO dari Lemonilo.

Hingga saat ini, Lemonilo sudah merangkul lebih dari 150 UMKM di seluruh Indonesia untuk berjualan di Lemonilo. Beberapa diantaranya kemudian dirangkul untuk mengembangkan produk bersama, contohnya Ibu Ana yang diajak untuk mengembangkan produk VCO cold-pressed berkualitas ekspor di bawah bendera Lemonilo. Menurut tim Lemonilo, produk-produk yang dikembangkan bersama dengan UMKM-UMKM Indonesia tidak hanya membidik pasar dalam negeri namun juga luar negeri. “Saya sendiri merasa mendapat banyak manfaat dari bekerjasama dengan Lemonilo, contohnya mengenai omzet. Sangat beda sekali omzet yang saya dapat di e-commerce lain dan di Lemonilo. Di Lemonilo, kami dibimbing untuk fokus membuat produk yang memang disukai oleh masyarakat sehingga hasilnya penerimaan pasar akan produk kami lebih baik dan omzet jauh lebih tinggi,” ujar Ibu Ana.

Ibu Ana ternyata sempat berhenti berproduksi setelah bencana gempa bumi 2006 di Yogyakarta dan terakhir selama 7 bulan karena adanya pembenahan internal. Saat memulai lagi usahanya, penjualan Ibu Ana sempat sepi. Situasi yang tak menentu serta kurangnya bahan baku sempat membuat dirinya mengurungkan niat untuk melanjutkan usahanya. Tawaran kerjasama dari Lemonilo datang memberikan harapan pada UMKM-nya untuk tetap berjalan. “Setelah 7 bulan kami habiskan untuk melakukan pembenahan total, kami mulai bangkit untuk membangun usaha, hampir berbarengan dengan Lemonilo datang kepada kami. Saya merasa beruntung bisa bangkit dengan dukungan dari Lemonilo.”

Pada awal kerja sama dan produksi, Ibu Ana mengakui bahwa sentra usahanya kesulitan dalam memenuhi pemesanan yang dilakukan oleh Lemonilo. Penyebab mendasar dari kesulitan ini adalah kurangnya jumlah pekerja dan manajemen yang masih belum tertata dengan rapi. Untuk itu, Lemonilo mencoba memberikan beberapa tips dan masukan dalam hal manajemen kepada Ibu Ana dan tim untuk dapat lebih maksimal lagi dalam proses produksi. Bagi Ibu Ana, kerjasama dengan Lemonilo merupakan bentuk kepercayaan bagi UMKM-nya yang harus ia jaga, sekaligus merupakan tantangan untuk membenahi diri.

“Lemonilo membantu saya dalam menangani masalah manajemen untuk meningkatkan efisiensi produksi. Jadwal harus tertulis dengan rapi sehingga saya bisa menentukan target berapa liter yang dihasilkan setiap harinya. Untuk bisa memenuhi pesanan pembeli di Lemonilo, saya memutuskan untuk menambah pekerja hingga hampir dua kali lipat dari jumlah pekerja semula,” ucap Ibu Ana ketika diwawancarai di sela-sela produksi VCO. Hasil VCO yang dihasilkan juga mengalami peningkatan hingga dua kali lipat sehingga hasilnya cukup lumayan,” Bu Ana menambahkan.

“Berkat adanya kerjasama dengan Lemonilo, saya merasa bersyukur dan semakin positif setiap harinya. Sayapun semakin aktif berdiskusi dengan mitra pekerja demi menjaga kualitas VCO yang kami hasilkan, agar produk kami semakin laku dan semakin disukai konsumen. Saat mengetahui produk kami bisa sukses di pasaran dengan bantuan data, arahan serta teknologi Lemonilo, ada rasa bangga dan haru terselip.” ujar Ibu Ana mengakhiri wawancara bersama pihak Lemonilo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *