Wanita Ini Menyesal Seumur Hidup Gara-gara Pasang Implan Payudara

Setiap hari selama tujuh tahun terakhir, Daisy Jones menyesali keputusan yang diambilnya. Ketika berusia 19 tahun, warga Leigh-on-Sea, Essex, Inggris, memutuskan untuk melakukan implan payudara dengan bahan silikon.

Tetapi tiga tahun kemudian, silikonnya pecah. “Tidak simetris atau bentuk yang tidak tepat,” kata wanita yang kini sudah berumur 29 tahun.

Yang menjadi masalah lebih berat, ia belakangan sering menderita penyakit dan kelelahan yang aneh. Terutama setelah silikonnya bocor.

Ia sempat menyampaikan keluhannya kepada dokter. Semula dokter mengira karena Daisy menderita diabetes. Tapi setelah diperiksa bukan. Ia juga didiagnosa ada masalah hormon tiroid. Bukan pula.

Awalnya para dokter mengira itu nyeri di payudara saya, kista pada indung telur saya, insomnia, kabut otak, apa saja,” ujarnya dalam situs dailymail.co.uk (1/1/2019).

Saya harus berhenti bekerja karena saya tidak bisa berkonsentrasi dan tidak punya cukup energi.

Seandainya ia tak memasang implan tersebut, mungkin masalah ini tak bakalan muncul. Daisy memutuskan memasang implan karena minder melihat payudaranya kecil.

Maka, ia menabung hingga tabungannya berjumlah £ 3.795 (atau sekitar Rp 66,4 juta) untuk operasi pembesaran payudara. “Saya masih muda dan naif . Saya diberi tahu bahwa implan sepenuhnya aman,” imbuhnya.

Satu dekade kemudian, Daisy sering terjaga di malam hari. “Saya punya anak lelaki berusia lima tahun dan saya sangat khawatir sakit dan menderita akibat sesuatu yang bodoh yang saya lakukan ketika saya berusia 19,” katanya.

Ia ingin mengakhiri penyiksaan itu dengan mengeluarkan cairan silikon. Tapi, ia perlu menabung lagi sekitar £ 4.000 untuk menyingkirkannya dan semua jaringan di sekitarnya. Ia belum punya duit sebanyak itu.

Pengalamannya jauh dari unik. Implan payudara yang pecah atau bocor dapat menjadi ‘bom waktu’ potensial yang dapat menyebabkan penyakit serius pada ribuan wanita Inggris.

Banyak ditemukan kegagalan produk implan payudara. Misalnya, dua minggu lalu, raksasa medis Allergan terpaksa menarik kembali implan payudaranya, karena kawatir terkait dengan risiko terkena kanker limfoma yang mematikan. Padahal implan itu, telah digunakan di sekitar setengah dari 50.000 operasi payudara setiap tahun di Inggris .

Adapun jenis kanker limfoma yang akan menghadangnya adalah limfoma sel besar anaplastik (BIA-ALCL). Sebagian lagi menderita kanker payudara dan meninggal dunia.

Tetapi ada masalah kesehatan lain yang lebih besar dengan pemakaian implan payudara. Risiko lain termasuk rheumatoid arthritis (menyebabkan nyeri sendi dan kecacatan), pembengkakan yang menyakitkan pada payudara dan daerah sekitarnya.

Selanjutnya, scleroderma (kondisi auto-imun yang menyebabkan kekeringan yang menyakitkan pada mulut dan mata dan pembengkakan pada rahang), kanker kulit dan bahkan, penelitian menunjukkan, peningkatan risiko lahir mati bagi bayi yang dikandungnya.

Setidaknya 75.000 wanita di seluruh dunia terkena dampaknya, meskipun jumlah sebenarnya mungkin kali lebih besar.

Peneliti menduga semua penyakit tersebut muncul lantaran sistem kekebalan tubuh menyerang “bahan asing” di payudara. Silikon, bentuk plastik yang digunakan untuk kulit implan payudara apakah isiannya berupa cairan saline, minyak kedelai atau bahan lain. Selain itu, Ahli bedah kosmetik mengakui bahwa implan payudara selalu ‘aus’.

Sebenarnya beberapa peringatan sudah banyak didengungkan. Begitu pula berbagai penarikan implan payudara. Sebut saja, implan Dow Corning ditarik karena lebih dari 3.000 wanita Inggris penggunanya mengeluhkan implan telah pecah dan menyebabkan penyakit serius yang melibatkan gejala tipe rheumatoid arthritis. Lantas, implan Trilucent (digunakan pada 4.500 wanita) juga punya masalah yang sama.

Sekitar 10 persen pecah dalam sepuluh tahun dan 50 persen pecah dalam 20 tahun,” kata Profesor Jim Frame, ahli bedah plastik senior di Universitas Anglia Ruskin, Chelmsford, Essex, yang juga presiden Asosiasi Ahli Bedah Plastik Inggris.