Tenang, Jantung Yang Rusak Akibat Serangan Jantung Bisa Diperbaiki


Selama ini, ketika seorang pasien selamat dari serangan jantung, mereka dibiarkan hidup dengan kerusakan struktural permanen pada jantung mereka melalui pembentukan bekas luka. Jika itu dibiarkan terus terjadi, si pasien akan mengalami gagal jantung di masa depan.

Ini berbeda dengan ikan dan kadal salamander, yang dapat meregenerasi jantung sepanjang hidup.

Agar bisa seperti ikan, para peneliti dari King’s College, London, Inggris, telah menemukan bahwa terapi genetik dapat mendorong sel-sel jantung beregenerasi setelah serangan jantung.

Dalam studi ini, yang diterbitkan hari ini di Nature dan dikutip situs sciencedaily.com (8/5/2019), tim peneliti mengirimkan sepotong kecil materi genetik, yang disebut microRNA-199, ke jantung babi, setelah infark miokard. Hampir sebulan kemudian, jantung babi kembali berfungsi normal seperti sedia kala.

Ketua tim Profesor Mauro Giacca, dari King’s College London mengatakan, ini pertama kalinya dirinya melihat secara nyata perbaikan jantung pada hewan besar. “Ini adalah momen yang sangat menarik, setelah begitu banyak upaya yang gagal dalam meregenerasi jantung menggunakan sel induk, yang semuanya telah gagal sejauh ini,” ujarnya.

Ini adalah demonstrasi pertama bahwa regenerasi jantung dapat dicapai dengan memberikan obat genetik yang efektif yang merangsang regenerasi jantung pada hewan besar, dengan anatomi jantung dan fisiologi seperti manusia.

“Ini akan memakan waktu sebelum kita dapat melanjutkan ke uji klinis,” tambah Giacca.

“Kita masih perlu belajar bagaimana memberikan RNA sebagai molekul sintetis pada hewan besar dan kemudian pada pasien, tetapi kita sudah tahu ini bekerja dengan baik pada tikus.”

Serangan jantung atau infark miokard, yang disebabkan oleh penyumbatan tiba-tiba dari salah satu arteri jantung koroner, adalah penyebab utama gagal jantung, suatu kondisi yang sekarang mempengaruhi lebih dari 23 juta populasi di dunia, menurut World Health Organisation. (usy)