Pengobatan HIV Mungkinkah Berhasil?

Selama ini terapi penyakit HIV) human immunodeficiency virus) sebagai sesuatu hal yang mustahil. Namun periset pada Sekolah Kedokteran Lewis Katz (LKSOM) di Temple University di Philadelphia, Amerika Serikat membuktikan bahwa hal itu bisa terjadi.

Dalam riset yang dikutip situs medicalnewstoday.com (3/7/2019), mereka menggunakan dua cara dalam ujicobanya pada tikus. Cara pertama adalah dalam bentuk pelepasan terapi antiretroviral (LASER) long-acting yang efektif.

Sedangkan cara kedua melibatkan penghapusan DNA (dioxyribo nucleic acid) virus menggunakan alat pengeditan gen yang disebut CRISPR-Cas9. Tikus itu dimasukkan oleh HIV manusia. Hasil dua ujicoba itu dituangkan dalam makalah yang dipublikasikan di Jurnal Nature Communication.

Walhasil, tikus yang menerima terapi antiretroviral LASER diikuti dengan pengeditan gen, nampak “virus menghilang dari reservoir sel dan jaringan hingga sepertiga hewan yang terinfeksi,” catat ketua tim peneliti Profesor Kamel Khalili, Ph.D.

Sebaliknya, mengobati tikus dengan terapi antiretroviral LASER atau pengeditan gen – tetapi tidak keduanya – “menghasilkan peningkatan viral load pada 100% hewan terinfeksi yang diobati.”

Menurut Kamel Khalili, pekerjaan besar berikutnya adalah bahwa dibutuhkan keduanya CRISPR-Cas9 dan penekanan virus melalui metode seperti LASER [terapi antiretroviral], yang diberikan bersama, untuk menghasilkan obat untuk infeksi HIV. (sah)