Dalam rangka memperingati Hari Bidan Internasional (5 Mei) dan Hari Perawat Internasional (12 Mei), Johnson & Johnson yang beroperasi diseluruh dunia, termasuk Indonesia, mengungkapkan terima kasih kepada bidan dan perawat atas apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan layanan kesehatan di dunia.

Bekerjasama dengan para bidan dan perawat, Johnson & Johnson mendukung banyak program kesehatan ibu dan anak yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Perusahaan secara konsisten memperingati Hari Bidan Internasional sebagai bentuk pengakuan dan dukungan atas pentingnya pekerjaan yang dilakukan para bidan.

Di Indonesia, melalui PT Johnson & Johnson Indonesia, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia dengan mendukung dan memperjuangkan para perawat, bidan dan petugas kesehatan masyarakat yang berada pada garda depan dalam memberikan perawatan kepada ibu dan bayi.

Sejak tahun 2006, Johnson & Johnson telah bermitra dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mendukung Program Bidan Delima, program standardisasi untuk bidan yang berpraktik mandiri yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kualitas standar klinis untuk praktik kebidanan dan perawatan kesehatan reproduksi.

Pelaksanaan lokakarya, pelatihan dan e-learning mampu membekali bidan dengan keahlian dan keterampilan yang cukup untuk memberikan dukungan berkualitas kepada para ibu Indonesia dan bayinya.

Program pemantauan yang komprehensif memastikan standar praktik yang tinggi tetap dipertahankan, dan program pelatihan fasilitator yang berkelanjutan telah memungkinkan Indonesia untuk secara konsisten meningkatkan jumlah bidan Bidan Delima yang bersertifikasi dari sekitar 4.500 pada tahun 2006 (sebelum program pelatihan, jumlahnya kurang dari 1.000 bidan) hingga lebih dari 18.500 pada April 2019.

Dengan bantuan Johnson & Johnson sebagai salah satu donor program, hingga hari ini, Program Bidan Delima telah meluas hingga ke 30 provinsi di seluruh Indonesia.

Program tersebut mendukung kompetensi seperti memijat bayi, perkembangan anak, konseling bagi perempuan tentang pernikahan, dan kontrasepsi – khususnya keterampilan dalam membantu persalinan normal dan keterampilan klinis lainnya seperti keterampilan mencegah infeksi di klinik sehingga setelah melahirkan, para ibu tidak akan menderita infeksi. (sgh)