Ingin Terhindar dari Kanker Payudara? Coba Rutin Minum Teh Oolong

Teh Oolong yang biasa kita minum ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Penelitian baru menemukan bahwa teh oolong dapat merusak sel-sel kanker payudara. Sedangkan orang yang ingin mencegah kanker bisa menarik manfaatnya dan orang-orang yang mengonsumsi teh dalam jumlah besar memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Adalah Profesor Chunfa Huang, Ph.D., peneliti di Departemen Penyakit Dalam Saint Louis University di Missouri, Amerika Serikat, membuktikannya lewat riset baru. Hasil studinya dipublikasikan dalam jurnal Anticancer Research.

Seperti dikutip situs medicalnewstoday.com (24/1/2018), Huang dan tim meneliti kelayakan sel dan mengukur kerusakan dan pembelahan DNA (dioxyribo nucleic acid) , serta setiap perubahan lain dalam morfologi sel kanker payudara.

Selain itu, para ilmuwan memeriksa data registrasi kanker tahunan dari China dan provinsi Fujian dan menemukan bahwa orang-orang di daerah yang terakhir memiliki kemungkinan kanker payudara 35 persen lebih rendah dan 38 persen lebih kecil untuk meninggal karena kanker dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Mereka juga mencatat bahwa orang yang mengonsumsi teh oolong dalam jumlah besar secara teratur 25 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan kejadian rata-rata di provinsi Fujian dan 50 persen lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Akhirnya, dibandingkan dengan rata-rata nasional, konsumen tinggi teh oolong 68 persen lebih kecil kemungkinannyauntuk meninggal sebelum waktunya.

“Jelas bahwa diperlukan lebih banyak studi,” kata Huang. Namun, “menurunkan insiden dan mortalitas di daerah dengan konsumsi teh oolong yang lebih tinggi menunjukkan bahwa teh oolong memiliki potensi besar untuk sifat anti-kankernya.”

“Dari hasil kami,” simpul Huang, “teh oolong, seperti teh hijau, berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, proliferasi, dan perkembangan tumor.”

Tentu saja studi tersebut memberikan harapan besar kepada penderita kanker payudara atau yang ingin terhindar dari kanker payudara. Sebab, Menurut perkiraan oleh American Cancer Society, lebih dari 250.000 wanita di Amerika Serikat menderita kanker payudara pada 2017, dan lebih dari 40.000 meninggal sebagai akibatnya.

Sedangkan di Indonesia, kanker payudara paling banyak diderita wanita Indonesia, bahkan menjadi kanker pembunuh wanita kedua di bawah kanker serviks.

Upaya untuk menangani terus dilakukan para ilmuwa. Para peneliti masih membutuhkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif. Selain itu, mengingat efek samping dari kemoterapi, kebutuhan akan alternatif yang tidak beracun menjadi penting.

Sebelumnya, para ilmuwan telah menyelidiki potensi manfaat teh hijau untuk kanker payudara dan menemukan bahwa senyawa tertentu memiliki efek anti-kanker. Namun, beberapa penelitian telah meneliti jenis teh lain dan perannya dalam pencegahan kanker payudara,salah satunya teh oolong.