Ilmuwan Denmark Kembangkan Obat Kanker dari Ragi Roti

Sejauh ini banyak molekul kimia alami yang didapat dari tanaman untuk  digunakan untuk pengobatan kanker. Namun molekul itu dapat dapat dibuat sintesa kimianya.

Meski begitu, sejumlah perusahaan kimia dan farmasi besar berusaha memanen sejumlah besar tanaman dan benih langka untuk mengekstraksi zat berharga.

Dalam banyak kasus, bahan kimia yang ada pada tanaman yang sangat kompleks, sehingga  tidak dapat disintesis secara kimia seperti obat-obatan ‘normal’.

Tetapi metode produksi berdasarkan ekstrak dari sumber daya alam dinilai merusak lingkungan dan sering menimbulkan tumpukan limbah kimia yang ekstensif. Selain itu, ada bahaya besar bahwa tanaman langka ini akan punah.

Kebutuhan untuk menemukan metode produksi baru dan lebih berkelanjutan untuk jenis obat-obatan ini telah berkembang sejak PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) baru-baru ini mengadopsi peraturan baru untuk melindungi keanekaragaman hayati dan bahan baku di negara-negara dunia ketiga.

“Dengan aturan baru ini, pengobatan alternatif diperlukan jika kita ingin menghasilkan terapi untuk pasien kanker atau orang yang menderita penyakit mental di masa depan,” kata Michael Krogh Jensen, seorang peneliti senior di Novo Nordisk Foundation Center for Biosustainability Center, Denmark, dalam situs sciencedaily.com (7/12/2018).

Ia adalah yang mengerjakan proyek MIAM1 yang didanai Euro6 Juta. Proyek ini berjalan selama periode 4 tahun.

Tujuan dari proyek penelitian MIAMi adalah untuk menyediakan industri farmasi dengan rute produksi alternatif menggunakan ragi roti secara seluler. Sebagai permulaan, para peneliti ingin memetakan apa yang disebut jalur biosintesis tanaman langka.

Adalah Rauvolfia serpentinaa atau dikenal dengan nama snakeroot (akar ular) India, yang pertama kali diujicoba.

Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, snakeroot India menghasilkan molekul dengan efek anti-kanker.

Namun, pembuatan senyawa  masih tidak memungkinkan, karena jalur biosintesis tidak diketahui.Jalur biosintetik adalah sejumlah gen spesifik yang mengode enzim, yang menyintesis molekul bio di dalam sel.

Untuk mengetahui “rute” genetik produk, peneliti memindahkan gen ke, misalnya, ragi roti, terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk memasukkan gen ke dalam sel ragi yang akan bertindak sebagai pabrik sel biologis yang mampu menghasilkan sejumlah besar zat terapeutik spesifik ini.

Salah satu mitra MIAMi adalah perusahaan kimia Prancis Axyntis, yang setiap tahun mengimpor ratusan ton benih tanaman untuk mengekstrak zat untuk produksi obat lebih lanjut seperti tabersonine dari tanaman langka Voacanga africana. Tetapi, undang-undang baru membatasi cara memproduksi obat.

Menurut Jensen, industri tahu bahwa mereka perlu berubah, yang peraturan ini juga merupakan sinyal yang jelas. Kami tidak berharap dapat memproduksi produk dalam periode proyek ini sehingga mereka dapat bersaing dengan proses saat ini,

“Tetapi alternatifnya adalah bahwa perusahaan di masa depan tidak dapat menawarkan produk yang sama kepada pelanggan mereka,” kata  Jensen.

Selama 20-30 tahun terakhir, rak-rak zat bioaktif yang berada di “perpustakaan kimia” perusahaan telah berangsur-angsur habis. Industri sekarang sangat membutuhkan obat baru untuk melawan penyakit baru dan yang sudah ada.

Oleh karena itu, ada juga kebutuhan untuk menemukan molekul baru yang terjadi secara alami dengan aktivitas melawan beberapa penyakit publik utama seperti kanker dan penyakit mental, misalnya, skizofrenia.