Direksi BPJS Kesehatan Sambangi Perkampungan

Dalam rangka memperingati HUT BPJS (Hari ulang Tahun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang ke-51, jajaran Direksi dan senior leaders BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia.

Selain untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS, kunjungan tersebut juga dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

Dalam keterangan persnya (12/7/2019), Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris juga ikut turun kampung menyambangi warga peserta JKN-KIS di Kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara.

Menurutnya, kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya.

Pihaknya ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya wilayah perkampungan yang kondisinya cukup berbeda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serba ada. Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan.

” Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Dalam kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

Fachmi Idris menyambangi Puskesmas Tegal Gundil Bogor. Di sana ia sempat bertemu dengan beberapa anggota klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Koordinator Klub Prolanis Puskesmas Tegal Gundil Beti, menceritakan manfaat menjadi anggota Prolanis.

“Sejak ikut klub Prolanis kualitas hidup kami makin baik, pola hidup sehat, kondisi kesehatan terkontrol, dan tetap semangat menjalani aktivitas, ” kata Beti.

Tak sampai di situ, Dirut juga menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Fachmi pun menegaskan bahwa dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat.

Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

Fachmi bilang masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah.

“Dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri,” ucap Fachmi. (hkw)