Diet Tinggi Garam Tak Selalu Buruk. Ini Manfaat Lain

Garam selama ini selalu dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Namun ada beberapa penyakit yang membutuhkan diet tinggi garam.

Selain penyakit multiple sclerosis dan radang usus, diet tinggi garam juga diperlukan untuk menghambat pertumbuhan tumor. Berdasarkan studi baru yang dilakukan dalam bentuk kultur sel dan dua model tikus yang terpisah menemukan manfaat tersebut. Studinya dilansir oleh situs medicalnewstoday.com (7/6/2019).

Profesor Markus Kleinewietfeld – yang merupakan kepala laboratorium VIB-UHasselt, yaitu kolaborasi antara VIB (Institut Flanders untuk Bioteknologi) dan Universitas Hasselt di Belgia – memimpin tim peneliti. Hasil studinya dimuat dalam Jurnal Frontiers in Immunology.

Dalam riset pertama, para peneliti melakukan percobaan kultur sel di mana mereka mereplikasi lingkungan garam tinggi.

Mereka menemukan bahwa garam berlebihan menghambat fungsi sejenis sel imun yang oleh para ilmuwan disebut myeloid-derived suppressor cells (MDSC) baik dalam sel tikus maupun dalam MDSC manusia yang diambil dari pasien kanker.

Lingkungan yang tinggi garam menghentikan MDSC dari menghambat sel-sel kekebalan lainnya hampir sepenuhnya. Studi sebelumnya, jelas para peneliti, telah menyarankan bahwa MDSC adalah kunci dalam mencegah sistem kekebalan tubuh dari serangan tumor secara efektif.

Dalam studi ini, menipiskan MDSC sekaligus menjaga lingkungan yang tinggi garam membalikkan efek penghambatan pada pertumbuhan tumor, mengkonfirmasikan bahwa MDSC sangat penting untuk imunoterapi antikanker.

Juga, dalam model tikus transplantasi melanoma, tikus yang diberi makan tinggi garam “menunjukkan pertumbuhan tumor yang terhambat secara signifikan” dibandingkan dengan kelompok kontrol, jelas para penulis.

“Pertumbuhan tumor yang tertunda adalah bukti sedini hari 11 pasca-injeksi,” kata Markus Kleinewietfeld, “mengarah ke perbedaan signifikan dalam ukuran tumor antara kedua kelompok pada hari ke 13 [pasca injeksi] dan pada hari pengorbanan.” (usy)

18 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini