Minum Kopi Fore Coffee

Tak semua orang yang minum kopi terkena maag setelah minum kopi. Bahkan yang menderita maag pun bisa berkurang maagnya. Namun itu bisa diperoleh pada satu jenis kopi tertentu.

Bekasi, Warta Bugar – Minum kopi memang menyegarkan bagi banyak orang. Tapi tak semua orang nyaman minum kopi.

Sebagian orang yang meminum kopi merasa lambungnya kembung setelahnya. Sehingga, mereka memilih tak minum kopi atau minum seseruput saja.

Tapi jangan kawatir. Minum kopi tak selamanya bisa menyebabkan maag. Salah satunya yang dibuat oleh Fore Coffee.

“Fore Coffee memperkenalkan varian kopi yang lebih ramah bagi lambung yang sensitif atau gampang perih yaitu Sobat Perih Coffee Latte,” Shintia Xu, Head of Marketing & Business Fore Coffee, dalam jumpa pers yang digelar salah satu restoran di Citywalk, Jl KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat.

Jumpa pers digelar lewat kerjasama Fore Coffee dengan PT Kalbe Farma, lewat salah satu produknya: Promag.

Dalam rilisnya (13/2), Shintia menyebutkan bahwa minuman ini terbuat dari kopi Arabika, setengah shot Espresso dan susu kedelai, dan lebih light untuk dikonsumsi.

“Dengan proses pemilihan biji kopi Arabika yang kandungan kafeinnya lebih rendah, susu kedelai yang lebih mudah dicerna karena tidak mengandung laktosa hingga cara pembuatan berkualitas tinggi membuat Sobat Perih Coffee Latte dapat menjadi alternatif baru bagi konsumen,” tambah Shintia.

Menu kopi Sobat Perih Coffee Latte direkomendasikan Fore sebagai kopi yang ramah untuk penderita maag.

Hasil survei yang dilakukan oleh Fore dan Promag pada Januari 2020 kepada konsumen, menemukan bahwa 80% dari responden yang memiliki riwayat maag, mengalami penurunan gejala maag.

Sehingga tidak merasakan masalah lambung setelah minum Sobat Perih Coffee Latte dari Fore Coffee ini.

Namun demikian penderita maag harus tetap memperhatikan jenis kopi apa yang akan dikonsumsi.

“Perlu dipastikan kandungan kopi yang dikonsumsi tidak meningkatkan sensitivitas saluran cerna dan dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum minum kopi,” ujar Dr Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma. (akl)