Kopi Kapal Api Gelar Lagi Campus Talk

PT Santos Jaya Abadi melalui salah satu brand-nya Kopi Kapal Api, kembali hadir di Bandung dalam kegiatan Campus Talk di Universitas Pendidikan Indonesia.

Acara ini menjadi bagian dari program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, yaitu program menjaring pemuda Indonesia untuk menjalankan ataupun meningkatkan wirausaha sosial yang telah digelutinya.

Program yang diluncurkan Juni lalu ini memperebutkan hibah modal usaha senilai 250 juta rupiah dan kesempatan mentoring bersama Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG.

Setelah berlangsung di Malang dan Jogja, CampusTalk Bandung bertajuk Social Enterprise’ ini hadir bersama para sociopreneur Indonesia selaku mentor program yaitu Iwet Ramadhan (co-founderJKT Creative), Melia Winata (co-founder Du’Anyam) dan Titin Agustina (founder Kraviti), di moderasi oleh Darius Sinathrya.

“Kami berharap setelah mendapat pengalaman inspiratif dari para mentor, pemuda Indonesia tergerak untuk berkecimpung di dunia wirausaha sosial,” kata Johnway Suwarsono, Group Brand Manager Kopi Kapal Api.

Johnway lalu menambahkan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari komitmen Kopi Kapal Api untuk mengembangkan potensi generasi muda Indonesia dengan memberdayakan mereka melalui jejaring serta pembekalan ilmu dan keterampilansociopreneurship.

Program yang diluncurkan Juni lalu ini memperebutkan hibah modal usaha senilai 250 juta rupiah dan kesempatan mentoring bersama Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG.

Setelah berlangsung di Malang dan Jogja,Campus Talk Bandung bertajuk Social Enterprise’ ini hadir bersama para sociopreneur Indonesia selaku mentor program yaitu Iwet Ramadhan (co-founderJKT Creative), Melia Winata (co-founder Du’Anyam) dan Titin Agustina (founder Kraviti), di moderasi oleh Darius Sinathrya.

“Kami berharap setelah mendapat pengalaman inspiratif dari para mentor, pemuda Indonesia tergerak untuk berkecimpung di dunia wirausaha sosial,” kata Johnway Suwarsono, Group Brand Manager Kopi Kapal Api.

Johnway lalu menambahkan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari komitmen Kopi Kapal Api untuk mengembangkan potensi generasi muda Indonesia dengan memberdayakan mereka melalui jejaring serta pembekalan ilmu dan keterampilansociopreneurship.

Sementara itu, Iwet Ramadhan bercerita tentang insipirasinya memulai karir sebagai sociopreneur.

“Saya melihat peluang dan potensi ibu-ibu rusun di Jakarta yang di antara mereka adalah pengangguran tetapi keluarganya masih memerlukan dukungan finansial untuk kehidupan sehari-hari,” ujar  Iwet dalam siaran persnya.

“Dengan menyediakan akses kepada pasar dan kegiatan promosi, mereka bisa mendapat penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan domestic,” jelas Iwet.

Kelahiran JKT Creative ini juga terinspirasi dari kesadaran Iwet tentang rendahnya ketertarikan generasi muda Jakarta dengan souvenir khusus Jakarta.

“Dalam memulai suatu hal, kita memang harus bisa melihat peluang yang bisa dimanfaatkan dan potensi dalam memberdayakan masyarakat untuk membawa dampak positif,” tambahnya.

Melia Winata pun turut berbagi. “Dibutuhkan kejelian untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang menjadi target pemberdayaan sehingga sesuai dengan kearifan lokal dan berkelanjutan.

Du’Anyam, wirausaha sosial  yang berdiri sejak 2014 ini, melihat potensi alternatif pekerjaan mengayam yang sesuai dengan budaya lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu dengan mendukung anyaman NTT untuk mendunia”.

Du’Anyam adalah suatu usaha sosial yang dibangun oleh tiga sahabat Azalea Ayuningtyas, Melia Winata, dan Yohanna Keraf yang kemudian menjadi bukti nyata, bahwa dukungan ekosistem menjadi peran penting selain kejelian dan keyakinan.

“Kami percaya bahwa dengan mengikuti program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, partisipan tidak hanya belajar ilmu dan keterampilan tentangsociopreneurship, tapi juga memperluas jejaring yang bisa menjadi support system dalam membangun usaha sosial,” tambah Melia.

Sementara mentor asal Bandung Titin Agustinayang kerap disapa Tina, terinspirasi oleh isu sosial yang ditemukan di lingkungannya melalui wirausaha sosial Kraviti. Ia mengisahkan terbentuknya Kraviti bermula dari hasil pengamatannya dimana banyak narapidana wanita yang ingin memiliki penghasilan saat keluar dari lapas, namun belum memiliki keahlian. “Dari sini saya terdorong untuk memberikan pelatihan bagi mereka. Agar usaha ini berkelanjutan, kami memastikan pelatihan ini sungguh-sungguh membangun keterampilan mereka, sehingga pelanggan yang membeli memang tertarik oleh produk Kraviti, bukan sekedar merasa iba,” jelasnya.

Kraviti adalah usaha sosial berbasis pemanfaatan kain perca yang dijahit atau disulam menjadi satu kain untuk kemudian diolah menjadi bed cover, tas, sarung bantal, dan aksesoris rumah tangga lainnya.

Selain memberdayakan narapidana wanita, Kraviti juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga sekitar dan berharap dapat menginspirasi para pemuda Indonesia, khususnya pemuda Bandung.

“Ketika pertama kali Kraviti berdiri di tahun 2009, sociopreneurship masih sangat asing di Indonesia. Dengan adanya program ini, pemuda Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari ilmu dan keterampilan baru agar usaha sosial yang dijalani bisa bekerlanjutan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kopi Kapal Api telah sukses menyelenggarakan kegiatan Networking,Apprenticeship, dan Workshop Sociopreneurship di enam kota berbeda, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Malang.

Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu ini bertujuan untuk menggugah semangat kewirausahaan sosial seluruh muda mudi Indonesia berusia 20-35 tahun dan pendaftaran proposal usaha sosial masih terbuka melalui platform www.secangkirsemangat.id hingga 30 September 2018.

Hingga saat ini sudah lebih dari 3.500 proposal yang didaftarkan dan lebih dari 20.000 anak muda Indonesia bergabung dalam gerakan Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Keseluruhan program akan berakhir pada Februari 2019 mendatang.

Du’Anyam adalah suatu usaha sosial yang dibangun oleh tiga sahabat Azalea Ayuningtyas, Melia Winata, dan Yohanna Keraf yang kemudian menjadi bukti nyata, bahwa dukungan ekosistem menjadi peran penting selain kejelian dan keyakinan. Kami percaya bahwa dengan mengikuti program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, partisipan tidak hanya belajar ilmu dan keterampilan tentangsociopreneurship, tapi juga memperluas jejaring yang bisa menjadi support system dalam membangun usaha sosial,” tambah Melia.

Sementara itu, mentor asal Bandung Titin Agustinayang kerap disapa Tina, terinspirasi oleh isu sosial yang ditemukan di lingkungannya melalui wirausaha sosial Kraviti. Ia mengisahkan terbentuknya Kraviti bermula dari hasil pengamatannya dimana banyak narapidana wanita yang ingin memiliki penghasilan saat keluar dari lapas, namun belum memiliki keahlian.

“Dari sini saya terdorong untuk memberikan pelatihan bagi mereka. Agar usaha ini berkelanjutan, kami memastikan pelatihan ini sungguh-sungguh membangun keterampilan mereka, sehingga pelanggan yang membeli memang tertarik oleh produk Kraviti, bukan sekedar merasa iba,” jelasnya.

Kraviti adalah usaha sosial berbasis pemanfaatan kain perca yang dijahit atau disulam menjadi satu kain untuk kemudian diolah menjadi bed cover, tas, sarung bantal, dan aksesoris rumah tangga lainnya.

Selain memberdayakan narapidana wanita, Kraviti juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga sekitar dan berharap dapat menginspirasi para pemuda Indonesia, khususnya pemuda Bandung. “Ketika pertama kali Kraviti berdiri di tahun 2009, sociopreneurship masih sangat asing di Indonesia. Dengan adanya program ini, pemuda Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari ilmu dan keterampilan baru agar usaha sosial yang dijalani bisa bekerlanjutan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kopi Kapal Api telah sukses menyelenggarakan kegiatan Networking,Apprenticeship, dan Workshop Sociopreneurship di enam kota berbeda, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Malang. Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu ini bertujuan untuk menggugah semangat kewirausahaan sosial seluruh muda mudi Indonesia berusia 20-35 tahun dan pendaftaran proposal usaha sosial masih terbuka melalui platformwww.secangkirsemangat.id hingga 30 September 2018.

Hingga saat ini sudah lebih dari 3.500 proposal yang didaftarkan dan lebih dari 20.000 anak muda Indonesia bergabung dalam gerakan Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Keseluruhan program akan berakhir pada Februari 2019 mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *