Kanker Merupakan Penyakit Serius di Asia Tenggara

Kanker Merupakan Penyakit Serius di Asia Tenggara

Para pembuat keputusan, tenaga medis, perusahaan asuransi, investor, dan ilmuwan berkumpul di acara War on Cancer South-East Asia di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, 20 Maret 2018. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Direktur Editorial The Economist Intelligence Unit Charles Goddard, dan Clarito Cairo Jr dari Departemen Kesehatan Filipina.

Ada apa? Mereka berkumpul untuk mencari solusi terhadap pendanaan kanker di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah di Asia Tenggara. Konferensi yang berlangsung satu hari ini membahas tantangan pendanaan program penanganan kanker dan mengevaluasi bantuan hemat biaya untuk negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah di Asia Tenggara.

Direktur Editorial The Economist Intelligence Unit Charles Goddard mengatakan bahwa masalah kanker di Asia Tenggara sudah harus diseriusi. “Harus ada rasa urgensi yang lebih besar dalam mengimplementasikan program pengawasan kanker,” katanya dalam rilisnya.

Sementara itu, Nila F Moeloek mengutarakan bahwa di Indonesia, penanganan kanker sangat mahal. “Dalam daftar penyakit mematikan, kanker berada dalam urutan keempat di Indonesia,” katanya.

Pembicara dari berbagai negara di Asia Tenggara membahas dan mendiskusikan berbagai mekanisme pendanaan inovatif, peran kerjasama, kebijakan khusus kanker, dan berbagai solusi hemat biaya untuk menangani kejadian kanker yang terus meningkat.

Beberapa hal yang pasti adalah gagasan bahwa kemajuan tidak akan tercipta tanpa kehendak politik dari departemen pemerintahan termasuk badan keuangan, dan pasien harus mendapatkan suara lebih besar dalam penentuan kebijakan yang terkait dengan kanker. “Kami perlu meyakinkan badan-badan keuangan untuk membiayai kanker dengan data yang baik,” ujar Clarito Cairo Jr dari Departemen Kesehatan Filipina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *