Menyuntikkan insulin

Bekasi, Warta Bugar – Wabah COVID-19 terus mengganas, sejumlah negara dilaporkan penambahan kasus dan orang yang meninggal dunia.

Ini mendorong sejumlah negara, melalui badan pengawasan obat dan makanan negara masing-masing, meminta sejumlah pabrik farmasi melakukan terobosan baru, termasuk dalam pembuatan vaksin.

Sejumlah pabrik obat bergandengan tangan untuk menciptakan vaksin atau obat. Salah satunya yang dilakukan Pfizer Inc. dan BioNTech SE. Mereka menurut rilis Pfizer, sepakat mengembangkan vaksin bersama dengan sejumlah distributor. Ironisnya, produsen vaksin dari Cina tak dilibatkan.

Vaksin itu berbasis messenger ribo nucleic acid (mRNA). Sebab Pfirzer pernah berhasil mengembangkan vaksin model begitu pada pembuatan vaksin influenza.

Vaksin potensial itu diberi nama BNT162. Vaksin tersebut diperkirakan akan mulai uji klinis pada April 2020 nanti.

“Kami bangga bahwa hubungan kami yang berkelanjutan dan sukses dengan BioNTech memberi perusahaan kami ketahanan untuk memobilisasi sumber daya kolektif kami dengan kecepatan luar biasa dalam menghadapi tantangan di seluruh dunia ini,” kata Mikael Dolsten, Kepala Staf Ilmiah dan Presiden, Penelitian, Pengembangan & Medis di Seluruh Dunia , Pfizer.

“Kami percaya bahwa dengan memasangkan pengembangan Pfizer, kemampuan regulasi dan komersial dengan teknologi dan mRNA vaksin BioNTech sebagai salah satu pemimpin industri, kami memperkuat komitmen kami untuk melakukan segala yang kami bisa untuk memerangi pandemi yang semakin meningkat ini, secepat mungkin.”

Sambutan serupa datang dari BioNTech. Ugur Sahin, Co-Founder dan CEO BioNTech mengatakan bahwa Ini adalah pandemi global, yang membutuhkan upaya global.

“Dengan bergabung bersama mitra kami, Pfizer, kami yakin kami dapat mempercepat upaya kami untuk membawa vaksin COVID-19 kepada orang-orang di seluruh dunia yang membutuhkannya, ”kata Sahin.

Mereka mendapat lokasi untuk dilakukan pengujian itu di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Jerman.

Pada 13 Maret 2020, Pfizer mengeluarkan rencana lima poin yang menyerukan industri biofarmasi untuk bergabung dengan perusahaan dalam melakukan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memerangi COVID-19. (AKL)