Iklan Makanan Cepat Saji Memengaruhi Pilihan Makanan Anak-anak
Tips

Iklan Makanan Cepat Saji Memengaruhi Pilihan Makanan Anak-anak

Jangan kenalkan anak-anak dengan iklan-iklan makanan cepat saji. Atau jika ada iklan tersebut, disarankan tutuplah mata anak Anda. Sebab cara ini dapat menjauhkan anak-anak pada konsumsi makanan yang kurang menyehatkan.

Pengaruh iklan makanan cepat saji memang sudah taraf memrihaatinkan. Menurut Federal Trade Commission, keterpaparan terbesar terhadap iklan makanan di AS untuk anak-anak berusia 2-11 tahun berasal dari rantai restoran cepat saji. Pada tahun 2009, industri makanan cepat saji menghabiskan lebih dari US $ 580 juta untuk pemasaran bertarget anak, dengan televisi menjadi media utama.

Dampaknya anak-anak memilih mengonsumsi makanan cept saji ketimbang yang bergizi. Jika dibiarkan anak-anak akan terkena obesitas. “Secara umum, konsumsi makanan cepat saji anak-anak dikaitkan dengan peningkatan konsumsi kalori, lemak dan gula, membuat konsumsi makanan cepat menjadi faktor risiko penting untuk obesitas dan masalah kesehatan lainnya,” kata Profesor Madeline Dalton, PhD, peneliti di Dartmouth-Hitchcock Norris Cotton Cancer Centre yang juga merupakan dokter anak  Dartmouth’s Geisel School of Medicine.

Dalam studi sembilan bulan, yang dikutip situs sciencedaily.com  (19/4/2017), tim peneliti merekrut  548 orang tua yang memiliki anak usia pra-sekolah (rata-rata 4,4 tahun) di Southern New Hampshire.

Orang tua melaporkan waktu yang dimanfaatkan anak mereka, seperti  menonton, dan konsumsi makanan cepat saji selama seminggu terakhir. Tanggapan mereka digabungkan dengan daftar iklan makanan cepat saji yang disiarkan di saluran TV anak-anak pada periode yang sama untuk menghitung keterpaparan anak terhadap iklan TV. Ada tiga produk restoran saji yang kerap beriklan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
– 43 persen anak prasekolah makan makanan dari restoran ini selama sepekan terakhir; Persentase yang sama (41 persen) telah terpapar iklan TV.
– Paparan media yang rendah atau tinggi terhadap iklan TV meningkatkan kemungkinan mengkonsumsi makanan cepat saji sekitar 30 persen.
– Yang penting, asosiasi ini tidak tergantung pada jumlah jam TV yang diawasi anak-anak, frekuensi orang tua mereka makan makanan cepat saji, dan faktor lain seperti status sosial ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *