Ibu Lebih Baik Menyusui Saat Bayi Divaksinasi
Tips

Ibu Lebih Baik Menyusui Saat Bayi Divaksinasi

Ini saran yang barangkali bagus buat ibu yang masih menyusui. Jika bayi Anda akan diimunisasi, sebaiknya vaksinasi dilakukan sambil ibu menyusui. Sebab, bayi kruang merasakan rasa sakitt daripada jika tanpa menyusu.

Kabar bagus itu disampaikan oleh Denise Harrison, seorang peneliti di University of Ottawa dan Rumah Sakit Anak Ontario Timur, Kanada. Menurutnya, seperti dikutip situs reuters (18/11/2016), menyusui merupakan cara bagus agar bayi tidak menangis saat vaksinasi.”Kami sudah tahu bahwa menyusui mengurangi rasa sakit selama pengumpulan darah pada bayi baru lahir,” kata Harrison.

Harrison membuktikannya pada 1.066 bayi yang berusia hingga setahun. Untuk menilai potensi menyusui untuk mengekang rasa sakit pada bayi setelah bulan pertama kehidupan, para peneliti menganalisis data dari studi yang membandingkan keperawatan dengan metode penghilang rasa sakit alternatif seperti botol susu formula, dot, memeluk, gangguan, analgesik topikal, dan kontak kulit si ibu dan bayi.

Rata-rata, bayi menyusui menangis selama 38 detik kurang dari bayi yang tidak perawat selama vaksinasi, para peneliti melaporkan dalam Cochrane Database of Systematic. Akor nyeri berdasarkan pengamatan dari perilaku bayi juga lebih rendah ketika bayi disusui selama jarum suntik ditusukkan ke kulit bayi, ketimbang bayi yang tak disusui ibunya. Namun studi tersebut tidak menjumpai adanya kejadian buruk yang terkait dengan menyusui.

Dari hasil studi tadi, kata Barbara Morrison, seorang peneliti di Wichita State University School of Nursing di Kansas, Amerika Serikat, menyusui dapat menjadi pereda nyeri yang efektif karena meningkatkan oksitosin – hormon yang berhubungan dengan ketenangan, pengurangan rasa sakit dan rasa kesejahteraan – di kedua ibu dan bayi, .

“Selain itu, oksitosin tenang mengurangi tingkat stres, membuat bayi lebih rileks,” Morrison, yang tidak terlibat dalam penelitian ini,” Kata Morrison. “Yang lebih santai adalah kurang sensasi nyeri.”

Dipisahkan dari ibu selama prosedur yang menyakitkan menyebabkan bayi merasa ditinggalkan, secara signifikan meningkatkan stres mereka.

“Namun kami tidak tahu apakah efek yang sama akan terlihat pada bayi yang lebih tua di luar periode baru lahir,” tutur Harrison.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *