Sendratari Sekar Pembayun

Dalam khasanah kalender internasional, tanggal 20 Maret diperingati sebagai Hari Mendongeng Sedunia (World Storytelling Day/WSD). Gagasan WSD berakar di Swedia, dari acara “Alla berättares dag” (all storyteller’s day, harinya semua pendongeng) yang diselenggarakan pada tahun 1991-1992.

Dalam keterangan persnya (22/3/2019), tujuan dari WSD adalah perayaan seni mendongeng secara lisan yang dilakukan pada hari yang sama, di seluruh dunia. Caranya adalah dengan mengajak sebanyak mungkin orang, dari sebanyak mungkin tempat, untuk mendongeng dan atau mendengarkan cerita dalam bahasa masing-masing.

Para kontributornya didorong untuk saling membuat kontak (internasional) sehingga mereka dapat saling belajar, dan saling memiliki teman baru.
Khasanah dongeng merupakan potret dari berkembangnya budaya lisan di setiap masyarakat, tak terkecuali dalam masyarakat Jawa.

Munculnya ragam dongeng, dengan demikian, mencerminkan kuatnya daya vitalitas dan kekayaan kultural dari masyarakat itu sendiri, termasuk di dalamnya kekayaan ragam dongeng tentang Babad Mataram dan Babad Mangir yang telah dikenal selama ini. Rajutan ragam dongeng ini pada akhirnya justru menambah memperkental dinamika budaya di Nusantara yang penuh warna.

Dalam semangat itu pula, PT AMI (Anindya Mitra Internasional), BUMD milik Propinsi DIY, telah memulai mengusung ruh mendongeng sebagai eksplorasi pariwisata budaya di Taman Kaliurang dengan menyelenggarakan Serial Sendratari/Dramatari yang diberi nama Arum Bhumi The Series secara rutin pada setiap Sabtu Legi, pukul 09.00 -11.00 (pagi), di Taman Kaliurang.

Penyelenggaraan sendratari di pagi hari ini merupakan terobosan baru, dan dikemas secara epik melalui konsep interactive-moving, dan attractive-thrilling performance sehingga penonton dapat terlibat secara interaktif di dalam pertunjukan.

Pagelaran sendratari ini telah sukses diselenggarakan sebanyak dua kali. Pertunjukan pertama telah sukses digelar pada 26 Januari 2019 dengan menampilkan episode “Sendratari Sekar Pembayun, Beksan Paseban”, yakni kisah cinta epik antara Sekar Pembayun-Ki Ageng Mangir di awal berdirinya Kerajaan Mataram pada abad ke-16.

Pada pertunjukan ini, skenario disusun oleh Bondan Nusantara, disutradarai oleh Agoes Kencrot, melibatkan pemain drama/tari serta pengiring musik profesional, serta mengikutsertakan anak-anak/remaja di seputar Kaliurang.

Pertunjukan kedua dilangsungkan pada 2 Maret 2019, mengambil tema cerita serupa dalam nuansa yang berbeda, menonjolkan lebih menonjolkan sisi patriotik serta lebih memfokuskan pada aksi drama. Sebagaimana yang pertama, pertunjukan yang kedua juga melibatkan interaksi penonton di dalam pertunjukan.