Gunakan Kalkulator Sebelum Ikut Program Bayi Tabung

Ada kabar gembira buat pasangan mandul yang ingin mendapatkan anak. Dokter di Inggris mengembangkan “kalkulator” baru dapat membantu pasangan melihat peluang sukses mereka dengan teknologi bayi tabung (IVF), sebelum mereka memulai pengobatan. Kalkulator mengacu pada perhitungan dari usia pasien.

Selama ini banyak pasangan mandul mengambil pilihan terakhir untuk mendapatkan momongan dengan pergi ke rumah sakti atau klinik kesuburan. Mereka rela membayar puluhan juta rupiah untuk menjalani program bayi tabung, meskipun pada akhirnya sebagian dari mereka tak berhasil mendapatkan anak.

Nah penelitian baru yang dipimpin Dokter David McLemon dari Universitas Aberdeen, Inggris menunjukkan cara yang membantu pasien tak kehilangan uang banyak sebelum menjalani terapi. Kalkulator, demikian temuan mereka dalam British Medial , bisa memperhitungkan peluang pasangan itu akan berhasil mendapatkan bila mengikuti program pembuahan di luar kandungan.

Begitu mereka tahu dari kalkulator peluangnya sedikit dalam siklus pembuahan pertama mereka, mereka bisa memutuskan untuk tidak meneruskan program tadi atau tidak menjalani terapi. Sehingga uangnya bisa digunakan untuk keperluan lain.

“Saya tidak berpikir wanita ingin menjalani siklus pertama mereka IVF hanya untuk menentukan peluang mereka dalam siklus masa depan – saya pikir tujuan mereka akan memiliki bayi dalam upaya pertama,” kata McLernon melalui email yang dimuat dalam situs reuters.com (25/11/2016).

Untuk membuktikannya, peneliti melibatkan 113.873 wanita yang menjalani 184.269 siklus pembuahan buatan lengkap. Dari hasil data yang dikumpulkan, sebanyak 29% wanita memiliki bayi setelah menjalani satu siklus, Sedangkan 43% wanita mendapatkan setelah melalui enam kali usaha.

Setelah IVF dimulai, faktor-faktor yang mempengaruhi peluang sukses termasuk usia wanita, jumlah telur diambil dalam siklus, apakah telur yang dibekukan dan bagaimana mengembangkan embrio yang sebelum dipindahkan dari laboratorium ke dalam rahim wanita.

Peneliti lalu menghitung peluang sebelum pengobatan, Dari situ didapat, seorang wanita 30 tahun dengan 2 tahun infertilitas memiliki peluang 46% memiliki bayi setelah satu siklus IVF dan kesempatan 79% keberhasilan bila menjalani tiga siklus lengkap.

Menurut Lernon, umur adalah salah satu indikator pra-pengobatan peluang sukses.peneliti menghitung bahwa sebelum pengobatan, seorang wanita 30 tahun dengan dua tahun infertilitas dijelaskan memiliki peluang 46% memiliki bayi setelah satu siklus IVF dan kesempatan 79 persen keberhasilan selama tiga siklus lengkap.

Wanita mandul yang berusia 31 tahun sebelum siklus pertama IVF 66% lebih mungkin untuk memiliki bayi daripada wanita yang berusia 37 tahun, misalnya.

Jumlah tahun pasangan mengalami infertilitas sebelum mencoba IVF juga menjadi faktor peluang sukses mereka sebelum pengobatan. Hanya 9% pasagan lebih mungkin untuk memiliki bayi setelah tiga tahun mandul, dan memcoba IVF selama 6 tahun.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *