Survei Terbaru BlackBerry: Konsumen Masih Belum Percaya Keamanan Data

BlackBerry Limited mengumumkan temuan dari survei terbarunya mengenai sikap dan perilaku konsumen terhadap keamanan, kepercayaan, dan privasi, terutama dalam hal pembelian dan penggunaan perangkat cerdas yang terhubung dengan internet seperti mobil, drone, alat monitor kesehatan, televisi, kamera pengaman (CCTV), speaker canggih, dan jenis perangkat cerdas lainnya.

Dalam keterangan persnya yang diterima (25/1/2019), survei yang diinisiasi oleh BlackBerry tersebut dilakukan sekitar sebulan yang lalu, menemukan fakta bahwa sekitar 80% responden di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada tidak memercayai perangkat Internet yang terhubung dengan peralatan yang mereka gunakan. Mereka tak yakin bisa menjaga keamanan data dan privasi mereka.

 Selain itu, ketika ditanya tentang pembelian di masa depan, para responden mengatakan bahwa mereka lebih cenderung untuk memilih produk atau jasa dari perusahaan yang memiliki reputasi baikdalam hal menjaga keamanan data dan privasi, serta  mendukung konsep “Seal” atau “Stamp of Approval”  untuk menunjukkan perangkat Internet-connected mana saja yang telah memenuhi standar keamanan tertentu.

“Survei ini menunjukkan bahwa adanya peluang nyata bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan diferensiasi produk dengan menyediakan layanan dengan tingkat keamanan dan privasi data yang lebih tinggi,” kata Mark Wilson, Chief Marketing Officer BlackBerry, Amerika Serikat.

“Sama halnya dengan meningkatnya permintaan terhadap makanan organik dan produk-produk yang berkelanjutan, kami meyakini bahwa pelanggan yang telah teredukasi – yang juga banyak menjadi korban serangan siber dan peretas – akan membantu mendorong sektor swasta dan publik untuk lebih menyelaraskan standar keselamatan dan keamanan.”

Lebih dari separuh responden (58%) mengatakan bahwa mereka bersedia membayar lebih untuk produk-produk internet-connected seperti speaker Alexa, produk keamanan rumah, wearables (aksesoris yang dilengkapi dengan teknologi), dan produk lainnya apabila data dan privasi mereka dapat terlindungi.

Saat ditanya berapa jumlah biaya lebih yang rela mereka keluarkan, 10% responden menyatakan bahwa mereka bersedia membayar hingga 20% lebih tinggi, sedangkan sebagian besar responden lainnya hanya bersedia membayar lebih hingga 10% atau kurang dari angka tersebut.

Namun demikian, sebagian besar responden juga menyatakan bahwa mereka rela membayar lebih apabila kendaraan mereka menggunakan perangkat lunak yang memiliki tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi.

Menurut Kelley Blue Book, perkiraan rata-rata harga transaksi untuk kendaraan berukuran kecil di Amerika Serikat mencapai $ 35.742 pada bulan September 2018.

“Apabila dikaitkan dengan hasil survei kami, terdapat 23% responden yang mengatakan mereka bersedia mengeluarkan biaya tambahan hingga 5% (sebesar $1.700) apabila mobil yang mereka beli menggunakan perangkat lunak yang aman,” imbuh Book.

Bahkan, 10% responden menyatakan bahwa mereka bersedia membayar lebih hingga 20% (sekitar $ 7.000).

Saat ditanya mengenai teknologi asisten suara mana yang paling dipercaya oleh responden di dalam sebuah kendaraan, responden memilih Google (25%), Apple Siri (19%), Amazon Alexa (16%), Microsoft Cortana (5%), dan IBM Watson (3%). 

Meskipun demikian, sambung Book, sebanyak 32% responden yang kebanyakannya berusia 54 tahun ke atas menyatakan bahwa mereka tidak memercayai teknologi asisten suara manapun. secara mengejutkan,  dari responden generasi milenial, hanya 20% yang tidak memercayai teknologi asisten suara manapun.