Rencanakan pelesiran Anda ke Singapura pada tanggal 23 sampai 24 Maret 2019. Sebab pada tanggal itu, Chinatown di Singapura akan dibawa kembali ke zaman awal mulanya dengan peresmian Five-footway Festival (FFF). Kali pertama yang pernah dilakukan, Festival ini merayakan sejarah dan kebudayaan daerah sekitar yang sangat kaya.

Pengunjung dapat memanjakan diri dengan kenikmatan makanan lokal yang dijual di pinggir jalan zaman dahulu, mengikuti permainan tradisional, juga melihat-lihat barang-barang unik di pasar Chinatown Street yang sudah diperbarui.

Acara dua hari ini adalah bagian dari Singapore Bicentennial Commemoration (Perayaan Dua Abad Singapura) di seluruh negeri yang akan membawa Orang Singapura dan para pengunjung dalam perjalanan ke masa lalu dan memberikan wawasan tentang sejarah pulau Singapura yang kaya selama 700 tahun berlalu. Sebuah perayaan Singapura berevolusi dari sebuah tempat dengan lokasi geografis yang strategis menjadi kota modern seperti sekarang.

“Kami sangat bersemangat memperkenalkan Festival Five Footway yang menciptakan ulang situasi pedagang-pedagang jalanan menjajakan jualannya tempo dulu,” kata Ms. Lim Yick Suan, Executive Director dari Chinatown Business Association yang bertanggung jawab terhadap Chinatown Street Market (Pasar Jalanan Chinatown), dalam keterangan persnya (28/2/2018).

“Bersamaan dengan Singapura merayakan peringatan dua-abadnya, kami dengan gembira membawa pengunjung ke dalam sebuah perjalanan napak tilas dengan sekilas pemandangan akan perdagangan dan aktivitas Tiongkok tradisional sambil mengagumi Chinatown Street Market (Pasar Jalanan Chinatown) yang sudah diperbarui.”

Five-footways pertama kali muncul waktu zaman kolonial Singapura dan ia merujuk pada pinggir jalan yang terlindungi di depan toko-toko yang dulunya selebar lima kaki (lebarnya 1.5 meter).  Five-footways digunakan untuk melindungi pejalan kaki dari panas dan hujan, tempat untuk anak-anak bermain dan berkumpul  serta berfungsi sebagai koridor untuk berdagang – di antaranya tukang semir sepatu, perpustakaan pinggir jalan, juru tulis halus,  dan lainnya.

Festival akhir pekan yang dinamai dengan nama yang tepat menawarkan sebuah cita rasa Chinatown tempo dulu melalui balapan bakiak dan aktivitas hiburan lainnya – mulai dari permainan Chapteh[ atau hopscotch bersahabat dengan teman, untuk memanjakan diri, sampai pesta besar makanan lokal yang nikmat seperti sate, semangkok bakmi jalanan, kacang panggang dan cendol dingin.

Aktivitas budaya seperti Opera Tiongkok, membaca di perpustakaan pinggir jalan dan tulisan kaligrafi akan memperkenalkan para partisipan hiruk pikuk suasana ruang terbuka zaman dulu dan siapa yang perlu potong rambut, bisa mencari tukang cukur jalanan di sana.

Pengunjung yang mencari barang-barang antik bisa mendapatkan toko-toko yang menjual barang seperti paying lilin dan kipas angin kuno yang merupakan perabot rumah tangga zaman dulu dan sering ditemukan di jalanan. Selain itu, makanan sepanjang jalan dan perjalanan yang dipandu juga tersedia untuk mengajak pengunjung  ke dalam perjalanan penuh dengan kudapan tempo dulu atau cerita-cerita lebih dalam mengenai Chinatown masa lalu.