Wonderland Hadir di Museum Art Science 13 April Nanti

Wonderland merupakan pameran interaktif untuk segala usia yang mengangkat kisah abadi karya Lewis Carroll tentang seorang anak perempuan bernama Alice dan petualangannya di negeri ajaib (Wonderland). Dikembangkan oleh Australian Centre for the Moving Image (ACMI), pameran penuh inovasi ini akan melakukan perhentian pertama tur global di Museum ArtScience.

Wonderland merupakan satu-satunya pameran yang menghadirkan petualangan Alice melalui budaya populer. Para pengunjung dapat melakukan perjalanan dengan menyaksikan melalui kaca dunia yang mendalam dan terpesona.

Dalam keterangan persnya (19/3/2019), Wonderland memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk dapat menyelami dunia ajaib dengan elemen latar teatrikal yang interaktif, serta alat peraga yang unik dan karya seni audiovisual yang menakjubkan.

Pameran ini mengungkapkan bagaimana para seniman dan pembuat film menuangkan Alice dan kisahnya selama lebih dari seabad. Sejak penampilan pertamanya pada tahun 1865, Alice telah menghibur penonton di lebih dari 40 film dan 30 program televisi, serta menjadi ikon subkultur melalui kehadirannya di beberapa video musik, video gamehigh fashion, iklan dan masih banyak lagi.

Dengan menggabungkan koleksi pilihan materi-materi di balik layar, pameran ini mencakup lebih dari 300 artefak dan objek, termasuk koleksi buku edisi pertama, gambar, kostum asli, film, proyektor lentera ajaib, animasi, boneka, dan juga karya asli perancang teater Anna Tregloan, dan studio digital kreatif, antara lain Sandpit, Grumpy Sailor dan Mosster Studio.

Honor Harger, Direktur Eksekutif Museum ArtScience, mengatakan bahwa pengunjung disarankan untuk hadir dan mengalami sendiri keajaiban Wonderland. Hal ini sama fantastisnya dengan teks asli karya Lewis Carroll yang telah memikat dan menginspirasi lintas generasi pembaca sejak pertama kali diterbitkan pada lebih dari 150 tahun silam. 

Wonderland akan membawa pengunjung masuk ke lanskap imajinasi Alice, bertemu para makhluk yang terkenal dalam kisah-kisahnya dan menjelajahi dunianya dengan suguhan yang kreatif dan membuat penasaran.

Ada pun pintu rahasia yang wajib ditemukan, laci misterius untuk digeledah dan koridor berliku untuk menavigasi yang disertai dengan alat peraga yang unik dan pengalaman digital yang luar biasa dengan menampilkan kisah Alice menjadi nyata. Semakin penasaran Anda, semakin banyak yang akan Anda temukan,” kata Honor.

Lebih lanjut Honor menjelaskan, pameran yang dikemas oleh ACMI ini menampilkan adaptasi gambar bergerak dari mainan optik edisi awal hingga serangkaian teknologi baru yang digunakan dalam pembuatan film karya Carroll.

Melalui Wonderland, pameran interaktif ACMI memungkinkan para pengunjungnya untuk dapat menjelajahi keajaiban kerajinan film yang mampu menanamkan cerita dalam imajinasi kita bahkan hingga lintas generasi. Kami sangat senang melihat pameran ini menjadi nyata untuk pertama kalinya di Museum ArtScience,” ujar CEO dan Direktur ACMI, Katrina Sedgwick.

Wonderland mengambil inspirasi dari cerita-cerita Lewis Carroll, Alice Adventures in Wonderland and Alice Through the Looking Glass dan What Alice Found There yang diadaptasi puluhan kali untuk keperluan layar lebar dalam kurun waktu lebih dari seabad.

Hal ini membuat Alice in Wonderland dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam melacak sejarah gambar bergerak melalui tampilan pameran yang memetakan pergeseran budaya, teknologi, dan sosial dari masing-masing interpretasi visual para pembuat film tentang Alice dan petualangannya.

Mulai dari adaptasi layar perdananya di tahun 1903 oleh Cecil M Hepworth sampai film blockbuster kontemporer tahun 2000-an, Wonderland juga menampilkan perkembangan dalam efek khusus dari hiburan pra-sinematik pada film bisu, animasi untuk boneka, film live-action, CGI, 3D dan lainnya.

Film-film seperti Alice Au Pays des Merveilles karya Lou Bunin (1949), Alice karya Jan Svankmajer (1988), Alice in Not So Wonderland karya eksperimental Quay Bersaudara (2007), dan versi televisi oleh penyiar BBC dan NBC yang akan pula ditampilkan dalam pameran. (sgh)