Gawat, Setiap Hari Ditemukan 58 Kasus Kanker Serviks di Indonesia
Kesehatan

Gawat, Setiap Hari Ditemukan 58 Kasus Kanker Serviks di Indonesia

Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) kembali melakukan sosialisi kepada masyarakat akan gentingnya kondisi penyakit kanker serviks di Indonesia. Sebagai bagian dari kelanjutan kampanye publik berbasis digital #CegahKankerServiks, KICKS bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya & Sosialisasi Vaksinasi HPV” yang diperuntukkan bagi para ibu kader PKK di Graha YKI Jakarta, (7/9/2017).

Bertemakan “Love Yourself, Love Your Family”, KICKS mengedukasikan pentingnya pencegahan kanker serviks sedini mungkin dengan vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan solusi terbaik yang juga direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

Sebagai koalisi yang digagas oleh berbagai elemen pendukung kesehatan perempuan, KICKS secara aktif mensosialisasikan kepada masyarakat termasuk pemerintah akan pentingnya vaksinasi HPV dan deteksi dini untuk pencegahan kanker serviks di Indonesia.Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak di Asia Tenggara dengan 58 kasus baru terjadi tiap harinya.

Ini disebabkan karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai masalah ini. Selain itu, Masih banyak anggapan yang salah di publik terkait infeksi HPV dan penularannya. Padahal, penyebaran virus HPV bisa terjadi tidak hanya melalui hubungan seksual tetapi juga lewat sentuhan kulit ke kulit.

dr. Venita, Kepala Bidang Pelayanan Sosial, YKI DKI Jakarta yang juga merupakan pendukung KICKS mengatakan, “KICKS dibentuk untuk memberikan pemahaman yang tepat di masyarakat dan mengedukasi mereka melalui berbagai platform, salah satunya melalui kampanye digital kami #CegahKankerServiks dan lokakarya atau sosialisasi kepada kelompok-kelompok masyarakat.

YKI berharap lokakarya dan sosialisasi yang dilakukan hari ini dapat tersampaikan dengan baik sehingga tidak ada lagi anggapan yang salah tentang kanker serviks dan pencegahannya, serta informasi yang didapatkan para ibu kader PKK hari ini dapat tersampaikan ke khalayak yang lebih luas lagi.”

Pada kesempatan yang sama, Dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG, menambahkan, audah merupakan kewajibannya sebagai dokter untuk terus meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan kondisi kanker serviks di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan. “Dan pada hari ini, kami memberikan pengetahuan serta pemahaman kepada para ibu kader PKK bahwa faktanya kanker serviks adalah salah satu kanker yang bisa dicegah. Pencegahan primer melalui vaksinasi HPV juga adalah sebuah investasi kesehatan untuk masa depan yang akan memberikan dampak terhadap kehidupan sebuah keluarga,” katanya dalam rilisnya.

Dalam acara ini, turut hadir juga Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha yang merupakan salah satu Duta Cegah Kanker Serviks untuk memberikan dukungannya terhadap pencegahan kanker serviks di Indonesia. Bunga mengungkapkan, “Sebagai perempuan yang aktif dengan berbagai kegiatan di Puteri Indonesia maupun aktivitas sehari-hari lainnya, saya menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap kesehatan kita sendiri. Dan faktanya, kanker serviks merupakan salah satu ancaman terbesar bagi perempuan untuk bebas melakukan apa yang mereka ingin lakukan.”

Dalam memberikan dukungannya, Bunga juga berkesempatan untuk mendapatkan vaksinasi HPV yang langsung diberikan oleh YKI DKI untuk menunjukan pencegahan primer sebagai salah satu solusi terbaik dalam mencegah kanker serviks.

“Saya ingin menyerukan kepada seluruh perempuan Indonesia akan pentingnya deteksi dini dan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks,” ujarnya.

Untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi mengenai kanker serviks, KICKS telah meluncurkan websitewww.cegahkankerserviks.org serta beberapa platform media sosial lainnya seperti Facebook @KICKSCegahKankerServiks, Instagram @cegahkankerserviks_id dan Twitter @IDKankerServiks.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *