DBS Taipei Teken Pinjaman AU Optronics T$2 Miliar

Bank DBS Cabang Taipei menandatangani pinjaman terkait aspek keberlanjutan berjangka waktu tiga tahun senilai 2 miliar dolar Taiwan (88 juta dolar Singapura) dengan AU Optronics.

Pinjaman ini merupakan tonggak sejarah dalam pembangunan berkelanjutan di Taiwan. Ini adalah pinjaman terkait aspek keberlanjutan pertama di Taiwan dan yang pertama untuk perusahaan IT di Asia Pasifik. Pinjaman tersebut dievaluasi berdasarkan atas serangkaian metrik kinerja lingkungan hidup, sosial dan tata kelola (LST).

DBS bermitra dengan nasabah untuk tetap menjadi yang terdepan di industri mereka saat aspek keberlanjutan mendapatkan lebih banyak perhatian secara global.

Dengan meluncurkan pinjaman terkait aspek keberlanjutan pertama Taiwan, yang mematok suku bunga berdasarkan atas target kinerja berkelanjutan, bank berharap dapat mendorong lebih banyak nasabah untuk membangun bisnis yang memberikan dampak positif bagi masa depan.

Menurut keterangan persnya (29/5/2019), AU Optronics telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Perusahaan ini telah terdaftar di Dow Jones Sustainability Index (DJSI) selama sembilan tahun berturut-turut.

Perusahaan ini juga terdaftar di MSCI World ESG Leaders Index dan FTSE4Good Index. Selain itu, perusahaan berada di peringkat 5% teratas dalam evaluasi Tata Kelola Perusahaan Bursa Efek Taiwan.

AUO memiliki rekam jejak kinerja sangat baik di berbagai bidang, seperti, tata kelola perusahaan, kelestarian lingkungan hidup, pendidikan di bidang ilmu pengetahuan, pelestarian budaya, kewargaan sosial dan tempat kerja inklusif.

Lim Him Chuan, General Manager Bank DBS (Taiwan), mengatakan bahwa ada kecenderungan semakin banyak perusahaan menerapkan praktik lebih berkelanjutan dalam kegiatan bisnis mereka.

Seraya mencari pertumbuhan bisnis, mereka juga mempertimbangkan faktor sosial, lingkungan hidup, dan tata kelola.

Pada tahun 2018, DBS Group menandatangani empat pinjaman terkait kinerja keberlanjutan senilai lebih dari 600 juta dolar Singapura. Ini menunjukkan komitmen bank terhadap aspek keberlanjutan seraya menawarkan inovasi keuangan kepada nasabah.

“Nilai inti dari pinjaman terkait aspek keberlanjutan adalah untuk memberikan insentif dan penghargaan kepada perusahaan agar mendorong agenda berkelanjutan mereka,” ujar Tony Luo, Kepala Institutional Banking Group di Bank DBS (Taiwan).

Untuk pinjaman terkait aspek keberlanjutan Bank DBS, perusahaan dievaluasi berdasarkan atas laporan tinjauan keberlanjutan tahunan, yang dinilai oleh pihak independen eksternal, yang melacak kinerja perusahaan dalam hal kriteria tata kelola, lingkungan hidup, dan sosial.

Ketika peminjam memenuhi atau melampaui target LST yang telah ditentukan, suku bunga akan diturunkan. Peminjam tidak hanya berbagi komitmen mereka terhadap aspek keberlanjutan tetapi juga berhak atas suku bunga kompetitif.

Luo menjelaskan lebih lanjut bahwa tidak seperti pinjaman ramah lingkungan, yang secara khusus digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek ramah lingkungan yang memenuhi syarat, modal dari pinjaman terkait aspek keberlanjutan dapat digunakan untuk tujuan umum perusahaan. Ini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada peminjam, dan dampaknya melampaui aspek lingkungan hidup karena mencakup pengembangan komprehensif LST sebuah organisasi.

Pada tahun 2018, DBS menjadi bank pertama di Asia Tenggara dan satu dari lima perusahaan terdaftar di Singapura yang dimasukkan ke dalam DJSI Asia Pasifik. DJSI Asia Pasifik berfungsi sebagai titik acuan berharga bagi investor dan perusahaan dan terdiri atas bisnis yang telah berkomitmen untuk melakukan praktik perusahaan berkelanjutan dan yang berupaya menciptakan nilai jangka panjang pemangku kepentingan.