BCA dapat sertifikat ISO

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menerima Sertifikat ISO 9001:2015 atas kinerja bisnis kredit konsumer. Pemberian sertifikat tersebut didasarkan pada evaluasi terhadap kualitas proses dan layanan kredit konsumer yang disediakan BCA.

Ini bakal berdampak pada peningkatan nilai tambah dengan memperhatikan aspek kesinambungan dan keberlanjutan investasi baik dari sisi BCA sebagai institusi perbankan maupun dari sisi masyarakat sebagai penerima manfaat.

Direktur BCA Suwignyo Budiman yang menerima sertifikat ISO 9001:2015 langsung dari Direktur URS Indonesia Hominjono. Turut hadir mendampingi, Executive Vice President Consumer Credit Business BCA Felicia Mathilda Simon, Kepala Kantor Wilayah VIII BCA Haryono Wongsonegoro.

Selain itu juga disaksikan oleh Senior Vice President Consumer Credit Sales Sub Division BCA Welly Yandoko, Senior Vice President Consumer Credit Strategic Management Sub Division BCA Frans Sjarifudin dan Senior Vice President Consumer Credit Service Sub Division BCA Handy Weriko serta manajemen BCA lainnya di Jakarta.

Suwignyo mengatakan, BCA berkomitmen untuk meningkatkan mutu proses dan layanan kredit konsumer yang fokus pada kepuasan pelanggan dan memastikan bahwa kredit konsumer yang disalurkan tersebut memberikan dampak dan nilai tambah yang berkesinambungan dan berkelanjutan baik dari sisi nasabah maupun BCA sebagai institusi perbankan.

Suwignyo mengatakan bahwa sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa proses dan layanan kredit konsumen tersebut dilakukan dengan tahapan yang prudent dan berorientasi pada investasi yang berkesinambungan dan  berkelanjutan.

“Hal ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat, baik nasional maupun internasional yang ingin menjalin kerja sama dengan BCA  ke depan,” ujar Suwignyo dalam keterangan persnya (21/3/2019).

Seperti diketahui, prinsip manajemen mutu dalam ISO 9001:2015 terdiri atas tujuh fokus, antara lain fokus terhadap kepuasan pelanggan (customer focus), didasari pada kepemimpinan yang berorientasi pada target (leadership), menciptakan dan memberi nilai tambah kepada pelanggan (engagement of people),.

Kemudian, melalui proses yang transparan yang melibatkan semua pihak terkait di perusahaan (process approach), berorientasi pada peningkatan yang selalu siap menghadapi persaingan (improvement), didasarkan pada fakta dan kenyataan (evidence based decision making), dan menjamin keberlangsungan hubungan baik dengan semua pihak yang terkait (relationship management).

Suwignyo menambahkan, dengan ISO 9001:2015 ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan nasabah, jaminan kualitas proses layanan, peningkatan produktivitas, motivasi, moral dan kinerja karyawan, serta peningkatkan efisiensi ke depan dalam rangka menjamin kinerja perusahaan yang berdampak memberikan nilai tambah bagi segenap stakeholder dan masyarakat. (hkw)