Gandeng DBS, Bijaksana Junerosano Dirikan Perusahaan Pengangkut Sampah Swasta

Pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi salah satu permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terdapat sekitar 100.000 ton hingga 400.000 ton sampah plastik yang masuk ke laut Indonesia per tahun.

Dengan konsumsi sampah plastik dalam jumlah yang sama, maka pada tahun 2050 diprediksi jumlah sampah plastik akan melebihi jumlah biota laut. Selain itu, hanya Jakarta saja dapat menghasilkan 7.200 ton limbah dalam satu hari.

Berangkat dari hal tersebut, Bijaksana Junerosano yang kerap disapa Sano terpanggil untuk membawa perubahan di Indonesia ketika melihat kondisi sampah di Jakarta yang memprihatinkan.

Dalam keterangan persnya dari DBS Indonesia (31/1/2019), Sano kemudian mendirikan sebuah perusahaan layanan pengelolaan sampah yang tidak hanya menyediakan jasa pengangkutan dan pemilahan sampah, tetapi juga layanan strategis terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang dikenal dengan nama Waste4Change

“Kami mendirikan Waste4Change sebagai solusi dalam bentuk perusahaan layanan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ujar Sano. Angka ‘4’ dalam nama Waste4Change mencakup empat hal, yaitu: Consult, memberikan konsultasi berdasarkan penelitian mendalam dan pelatihan tentang pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Kemudian Campaign, memberikan edukasi kepada perusahaan, tempat tinggal, sekolah hingga komunitas tentang pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab; Collect, mengumpulkan limbah dari daerah perumahan atau komersial ke kantor Waste4Change untuk dipilah; Create, berkolaborasi dengan mitra terpercaya untuk mengubah limbah menjadi bahan daur ulang,” ujar Sano, Founder Waste4Change.

Waste4Change memiliki misi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah dan menggandeng Bank DBS Indonesia untuk bekerja sama dalam mewujudkan hal tersebut. Waste4Change memulai bisnis dengan mengikuti program DBS Foundation seperti business workshop, pendampingan wirausaha sosial dan business coaching. 

Pada tahun 2018, Waste4Change telah bekerja sama sebagai vendor waste management Bank DBS Indonesia. Saat ini, perusahaan yang didirikan 2014 ini telah mengelola sistem waste management salah satunya perumahan Vida Bekasi.

Waste4Change tidak hanya mengelola sistem waste management tetapi juga edukasi kepada warga perumahan tersebut tentang pengelolaan sampah. Saat ini sudah lebih dari 1.700 rumah dan perusahaan-perusahaan besar yang menjadi mitra Waste4Change.

Sano ingin mewujudkan Indonesia bebas sampah. Mewujudkan misi tersebut tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri, maka dari itu kami menggandeng perusahaan yang memiliki misi yang sama, yaitu Bank DBS Indonesia melalui berbagai bentuk kegiatan.

“Salah satunya adalah edukasi terhadap anak-anak sekolah. Beberapa waktu lalu kami melakukan edukasi 3R School Adoption di daerah bekasi. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pengetahuan dan pola pikir mengenai sampah sejak dini, ” ucap Sano.

Ciri khas dari Waste4Change adalah penggunaan metode Zero Waste to Landfill dimana penerapan sistem kelola sampah dari Waste4Change yang menerapkan pemilahan sampah di sumber dan memastikan pengolahan untuk seluruh sampah tanpa ada yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan adanya pelaporan alur sampah yang komprehensif.

Sano menambahkan, “Tahun ini kami akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pengelolaan sampah secara menyeluruh di Jakarta. Ini langkah yang baik untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah.”