Arisan Mapan Luncurkan Kampanye #KartiniJuara

Dalam rangka memperingati bulan Kartini yang jatuh pada 21 April nanti, Arisan Mapan telah berhasil mewujudkan impian lebih dari 2.5 juta keluarga Indonesia Platform berbentuk arisan itu resmi meluncurkan kampanye #KartiniJuara.

#KartiniJuara merupakan bagian dari program 1 Hari 1 Cerita, persembahan kumpulan kisah inspiratif para Ketua Arisan sebagai sosok pahlawan di Arisan Mapan. Berlangsung hingga tanggal 30 April nanti, akan ada 21 sosok Ketua Arisan Mapan yang terpilih mewakili sosok Kartini Juara masa kini bagi komunitas sekitarnya.

Sosok R.A. Kartini sudah tidak asing lagi di Indonesia sebagai pahlawan wanita yang mengharumkan nama bangsa dalam memperjuangkan hak para perempuan Indonesia.

Di Arisan Mapan, mayoritas Ketua Arisan merupakan para perempuan yang datang dari berbagai latar belakang dengan prinsip gotong royong. Figur Ketua Arisan Mapan pun patut diakui sebagai sosok “Kartini” era masa kini yang turut andil dalam mandiri mengatur keuangan keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, hingga mewujudkan impian sesama.

Sebagai wujud emansipasi wanita yang modern, kata
Hendra Tjanaka, CEO Mapan, para perempuan mandiri ini memiliki pemikiran yang sama dengan sosok R.A. Kartini, yaitu ingin menjadi lebih maju dan produktif.

Menurut Hendra, sosok Ketua Arisan memegang peranan penting dalam memberikan inspirasi dan mendorong pertumbuhan komunitas Arisan Mapan.

“Oleh karena itu, kami terus berkomitmen untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi Ketua Arisan dalam mengembangkan dirinya dan juga jaringannya,” katanya.

Di bulan kelahiran Kartini ini, pihaknya pun ingin memberikan apresiasi terhadap Ketua Arisan Mapan yang telah menjadi sosok “Kartini” masa kini bagi lingkungannya.

“Kami percaya 21 sosok inspiratif ini bisa menjadi perwakilan dari 200 ribu sosok Ketua Arisan lainnya yang memperlihatkan peranan penting seorang Ketua Arisan dalam mewujudkan impian keluarga Indonesia,” ujar Hendra.

Hingga kini, tercatat telah ada 200.000 Ketua Arisan yang telah membantu mengembangkan komunitas serta memberikan dampak positif kepada lebih dari 2,5 juta keluarga Indonesia.

Adapun 3 Ketua Arisan Mapan, yang juga menjadi salah satu #KartiniJuara, terpilih menjadi bagian dari “Mitra Juara GOJEK” 2019, ajang apresiasi dari GOJEK terhadap mitra yang telah berprestasi dan menginspirasi dalam dunia digital ekonomi.

Hal ini membuktikan bahwa sosok dan perjalanan seorang Ketua Arisan patut diakui sebagai juara bagi dirinya, keluarganya, dan komunitas sekitarnya.

Risyanti Dewi, Ketua Arisan asal Depok, yang terpilih menjadi salah satu Mitra Juara GOJEK, telah membantu mewujudkan impian lebih dari 300 anggotanya sejak tahun 2016.

Selama perjalanan hampir tiga tahun ini, lingkungan sekitar tempat tinggal Ibu Dewi telah menjelma menjadi kampung “Mapan” dimana hampir semua rumah di sekitarnya telah terisi dengan alat-alat kebutuhan yang diperoleh dari Arisan Mapan.

“Saya terharu melihat reaksi para anggota yang begitu senang ketika akhirnya bisa mendapatkan kebutuhan rumah tangga lewat Arisan Mapan, terlebih alat-alat kebutuhan yang sulit dijangkau jika harus membeli langsung,” ujar Dewi.

Ada anggotanya yang berprofesi sebagai pedagang bakso keliling ikut arisan untuk mencicil Laptop. Pedagang bakso ini ternyata memiliki impian agar anaknya bisa lebih maju dari bapaknya sehingga dibelikan laptop guna keperluan sekolah. Ada juga tetangganya, masih duduk di kursi SMP, yang ingin belajar menabung lewat arisan untuk membeli sepatu sekolah baru.

“Saya berharap untuk terus bisa memberikan motivasi dan inspirasi kepada Ketua Arisan lainnya dalam mewujudkan lebih banyak impian keluarga Indonesia,“ ucap Dewi.

Sama halnya Ibu Neny, Ketua Arisan Mapan asal Banyuwangi dari dulu memiliki kegemaran untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada sekitarnya. Ia percaya, dengan melakukan kegiatan ini pun mampu mengasah kemampuannya dalam skill komunikasi.

Berkat teknologi Arisan Mapan dan media sosial yang mendukung, Ibu Neny berhasil merekrut lebih dari 250 anggota untuk mewujudkan impian bersama. Pemanfaatan teknologi pun membawa Ibu Neny untuk menjadi pengelola jaringan Ketua Arisan di Banyuwangi. (sgh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *