Danamart bermitra dengan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperluas jaringan layanan UMKM.

Melalui kerjasama tersebut, Kadin Jabar nantinya akan merekomendasi dan mensosialisasikan jasa layanan Danamart kepada anggota, mitra, atau afiliasi yang berprospek untuk menjadi pengguna layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi atau finansial teknologi (tekfin).

Dalam keterangan persnya (28/6/2019) CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan kerjasama ini sebagai tanda bahwa pembiayaan berbasis
fintech diterima secara positif.

“Kami gembira dapat berperan dalam memperbaiki arus kas serta meraih
tujuan finansial UMKM, karena UMKM merupakan mitra kami yang bernilai,” ujarnya di Bandung dalam acara penandatanganan kerjasama Danamart dengan KADIN Jawa Barat dan sosialisasi Modal Kerja Di Era
Digital.

Patrick menambahkan, kehadiran Danamart adalah untuk memudahkan UMKM dalam mengatasi permodalan.

“Terlebih Bandung menurut kami merupakan kota yang mengedepankan teknologi Digital dan Smart City. Ini akan mempermudah literasi fintech,” kata Patrick.

Ia optimistis Danamart mampu menghadirkan proses pinjam meminjam yang lebih aman, mudah, dan fleksibel dibandingkan institusi keuangan
konvensional.

Banyak pihak mengatakan fintech adalah masa depan di era industri 4.0 yang akan menggantikan berbagai layanan keuangan tradisional. Dalam industri ini, usaha kecil dan menengah dapat mengakses permodalan
secara digital tanpa berbagai persyaratan yang rumit.

“Agar dapat berkontribusi optimal bagi pertumbuhan bisnis UMKM, Danamart menawarkan dua layanan jasa bagi UMKM. Yakni invoice financing dan pembayaran Purchase Order(PO). Kami akan selalu menjadi
mitra terpercaya bagi UMKM dalam mengembangkan bisnisnya,” sambung Patrick.

Hingga saat ini Danamart sudah menyalurkan dana untuk sektor UMKM sekitar Rp 40 miliar dan terus berkomitmen menjadi mitra strategis UMKM dalam mengembangkan usahanya. (sgh)