Jasa Marga: Hoax Struk Tiket Tol Untuk Asuransi

Beberapa hari lalu beredar informasi di media sosial bahwa struk bukti pembayaran tol bisa digunakan untuk mendapatkan asuransi bila terjadi kecelakaan. Namun hal ni dianggap hoaks oleh PT Jasa Marga Tbk. Perusahaan negara itu menilai tidak benar.

Menurut keterangan persnya (10/6/2019), biaya tol yg dibayarkan pengguna jalan tol hanya untuk membayar jasa jalan tol, tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi. Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol.

Selain itu, menurut Irra Susiyanti, Corporate Communication Department Head Jasa Marga, struk tersebut juga bukan jaminan atau syarat untuk mendapatkan jasa derek gratis.

“Seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat, jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya. Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol,” ujarnya.

Jika pengguna jalan memiliki kebutuhan untuk diantar sesuai preferensi pengguna jalan, kami akan mengenakan tarif resmi yang info besarannya terdapat dalam setiap mobil derek yang kami operasikan, dan pembayaran yang dilakukan dilengkapi bukti pembayaran resmi (kuitansi).

Irra mengatakan bahwa bukti transaksi tol sebenarnya adalah sebagai bukti penelusuran informasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan saat di jalan tol, agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menangani dengan baik dan cepat, tentunya diperlukan bukti ruas jalan tol yang dilewati beserta waktunya, yang dapat diketahui dari struk bukti transaksi tol.

“Untuk itu kami menyarankan pengguna jalan mengetahui dengan baik ruas jalan dimana mereka berkendara dan mencatat dengan baik nomor call center BUJT,” imbuh Irra. (hkw)