Batas Atas Tiket Pesawat Akhirnya Diturunkan Jadi 12-16%

Warga yang mudik dengan pesawat terbang kini tak perlu cemas lagi. Pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif atas pesawat terbang sebesar 12-16 persen. Keputusan tersebut ditujukan untuk menyudahi keluhan masyarakat terhadap melonjaknya harga tiket pesawat sejak akhir tahun 2018.

Keputusan untuk menurunkan tiket pesawat tiba setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat rapat kordinasi pembahasan tindak lanjut tarif pesawat udara di Jakarta. “Pemerintah melakukan ini karena melihat kepentingan masyarakat sebagai konsumen, juga maskapai penerbangan,” ujarnya.

Mahalnya harga tiket pesawat udara dikritik banyak orang. Sebab, banyak orang berpikir dua kali untuk pulang kampung yang rumahnya di luar pulau Jawa. Mereka terpaksa menggunakan angkutan darat untuk ke kampung di pulau Sumatera, meski memakan waktu perjalanan berhari-hari.

Sedangkan warga yang kampungnya di pulau Jawa relatif tidak terlalu bermasalah karena adanya tol Trans Jawa yang sudah beroperasi hingga ke Probolinggo. Meski tatif tol hingga ke wilayah Jawa Timur bisa mencapai angka di atas Rp 500.000, namun karena kendaraan pribadi bisa mengangkut banyak orang, tarif tol tidak terlalu dipermasalahkan masyarakat.

Atas kenaikan itu, sejumlah pihak pun melontarkan kritikan kepada Menteri Perhubungan. Victor S sirait dari Bara JP menilai Budi Karya tidak mampu mengendalikan harga tiket pesawat. “Beliau perlu dievaluasi atas tingginya harga tiket pesawat yang menjulang selama berbulan-bulan,” katanya. (sgh)