Dirut BCA Raih Gelar Tokoh Finansial Indonesia
Ekonomi

Dirut BCA Raih Gelar Tokoh Finansial Indonesia

Bank Central Asia Tbk kembali menorehkan prestasi. Presiden Direkturnya Jahja Setiaatmadja merih predikat Tokoh Finansial Indonesia 2017. Meraih apresiasi sebagai Top National Banker 2017, Jahja Setiaatmadja berhasil pertahankan gelar sebagai bankir yang teruji oleh krisis.

Executive Vice President Finance & Corporate Planning Division BCA Raymon Yonarto hadir mewakili Jahja menerima Penghargaan Top National Banker 2017 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, beberapa waktu yang lalu

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Majalah Investor yang telah menobatkan saya kembali sebagai Top National Banker 2017 serta seluruh pihak yang telah bekerja keras membawa BCA menjadi salah satu bank terdepan di Indonesia,” urai Jahja di tempat terpisah.

Penghargaan Investor Awards – Tokoh Finansial Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor ini diberikan kepada CEO berprestasi dari berbagai sektor usaha. Ajang apresiasi ini digelar guna memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai sukses dalam mengembangkan perusahaan dan memberi kontribusi terhadap industri keuangan domestik. 

Berdasarkan kinerja di tahun 2017 ini, Jahja dinobatkan sebagai tokoh finansial karena berhasil mengusung inovasi dan strategi baru pada bisnis perbankan sehingga tetap menuai kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Di masa kepemimpinan tahun 2017, BCA berhasil menutup periode sembilan bulan pertama tahun 2017 dengan peningkatan pendapatan operasional yang baik. Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan dari dana pihak ketiga dan keseluruhan aset produktif disertai penerapan prinsip kehati-hatian dengan mengutamakan pentingnya kualitas aset.

PT Bank Central Asia Tbk dan entitas anak melaporkan laba bersih meningkat 11,3% menjadi Rp 16,8 triliun dari Rp 15,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 5,2% menjadi Rp 41,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2017, dibandingkan Rp 39,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2016. “Kedepannya, BCA akan tetap berhati-hati dan mempertahankan pendekatan bisnis secara prudent,” tutup Jahja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *