Ekonomi

DBS Prediksi Ekonomi Peserta Piala Dunia 2018

Dua negara teratas pilihan kami untuk Piala Dunia adalah Jerman dan Brasil. Peringkat teratas dalam sepakbola merupakan wilayah milik negara berpendapatan menengah dan atas. Pada peringkat di bawah 50, maka hubungan antara pendapatan negara dan kinerja sepak bola tak lagi berkaitan.

Banyak yang akan berjaga sampai larut malam di Asia selama satu bulan ke depan, karena para penggemar sepakbola mengorbankan tidur mereka untuk menonton turnamen Piala Dunia Sepak Bola di Rusia. Asia memang tidak memiliki catatan cemerlang dalam ajang berkelas ini, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat para penggemar.

Pertama, siapa yang akan menang? Di dalam Group Research, kami tidak kekurangan data, dan kami juga memiliki data mereka yang mengikuti dengan sepenuh hati. Hasil pemungutan internal kami menemukan bahwa Jerman dan Brasil adalah dua favorit teratas, yang sejalan dengan peluang pasar. Akan tetapi, pada titik inilah penyelarasan kami dengan pasar berakhir. Anehnya, kami tidak menemukan orang yang mendukung tim unggulan seperti Portugal dan Spanyol, tetapi beberapa dari menyukai Belgia dan Perancis.

Apakah negara-negara yang lebih makmur berprestasi lebih baik dalam sepakbola? Ketika kami mempertimbangkan PDB per kapita riil dari tim dengan peringkat top-50 menurut FIFA, kami menemukan bahwa kecuali dua negara (Senegal, peringkat 27, dan Kongo, peringkat 39), peringkat tinggi dalam sepakbola memang wilayah yang dikuasai negara berpendapatan menengah dan atas.

Tetapi ketetapan yang empiris ini hanya berlaku pada top-50. Untuk negara-negara di peringkat 51-100, kami melihat tidak ada hubungan antara pendapatan dan prestasi sepak bola sama sekali.

Bagi kita di Asia, bahkan pada peringkat 1 hingga 100, tidak cukup untuk menemukan sebagian besar negara di benua ini. Memang, negara-negara di Asia Tenggara semua berada di bawah peringkat 100, dan bahkan negara-negara Asia yang paling sukses, seperti Jepang dan Korea Selatan, berada di bawah peringkat 50. Tiongkok, meskipun investasi besar-besaran dalam beberapa dekade terakhir, tetap terperosok pada urutan 75. Bandingkan dengan Islandia yang kecil (populasi: 330 ribu, peringkat: 20) dan Bosnia (3,5 juta, 40).

Tidak hanya negara-negara sepak bola Asia yang peringkatnya buruk, mereka secara umum menjadi lebih buruk selama dua dekade terakhir. Negara-negara dari Eropa Timur dan Asia Tengah telah membuat terobosan signifikan, meninggalkan negara-negara Asia yang jauh lebih makmur dan padat penduduk di belakang. Jelas, sementara Asia bekerja keras untuk belajar, membangun, dan menabung, ada suatu kegembiraan yang hilang di dunia sepakbola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *