DBS Ikut Serta Gelaran IdeaFest

Gelaran festival kreatif tahunan Indonesia, IdeaFest usai digelar pada akhir bulan Oktober lalu. Pada tahun kelimanya, IdeaFest bersama Bank DBS Indonesia menyelenggarakan festival lifestyle pertama bernama DBS LyfeFest pada 26-27 Oktober, di Jakarta. LyfeFest merupakan bentuk konkret dari misi “Live more, Bank less” oleh Bank DBS Indonesia, yang juga merupakan sebuah platform untuk generasi muda Indonesia dalam memperluas jaringan sosial dan bertukar inspirasi melalui berbagai workshop dan seminar.

Festival yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan para pembicara yang mempunyai latar belakang yang sama, yaitu para pekerja industri kreatif Indonesia. Berikut empat keseruan yang terjadi di DBS LyfeFest. Simak, yuk!

IdeaFest dibuka oleh Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia. Bapak Joko Widodo pun sempat berkeliling dan melihat-lihat area LyfeFest, sambil berbincang-bincang dengan Rudy Tandjung, Direktur PT Bank DBS Indonesia. Kerja sama Bank DBS bersama IdeaFest 2018 adalah dengan menyediakan platform sebagai sarana untuk mendorong generasi muda Indonesia ikut berpartisipasi dalam mengembangkan industri kreatif Indonesia. Di samping itu Bank DBS dan IdeaFest memberikan beragam pengalaman menggembirakan tentang cara menikmati hidup dan membuat hidup penuh makna.  

Kegiatan LyfeFest pada hari pertama mendatangkan tiga pembicara yang menginspirasi. Pertama, Arifin Putra, seorang aktor ternama, creativepreneur dan juga environmentalis, yang membicarakan cara membentuk personal branding. Kedua, Founder and Green Chef at Burgreens, Max Mandias, yang membawakan topik “How to Eat Healthy & Green in 21st Century” demi hidup lebih sehat. Selain memberikan pengetahuan secara lisan, Max juga memberikan demo membuat makanan sehat yang mudah untuk ditiru. Kemudian, LyfeFest mengadakan talkshow bersama pasangan influencer dan YouTuber, yaitu Natya Shina dan Rendy Pritananda.

Seminar dan workshop di LyfeFest dihadirkan sebagai platform bagi anak muda Indonesia untuk bertukar wawasan, mencari inspirasi dan meningkatkan kreativitas. Sesi personal branding yang dibawakan oleh Arifin Putra sangat menarik perhatian pengunjung dimana aktor kawakan Indonesia tersebut berbagi inspirasi bekerja sebagai aktor. “Banyak dari kita yang belum tahu passion atau hal yang mereka paling minati, bahkan sampai mereka telah lulus kuliah. Padahal mudahnya kita bisa memulai dengan mencari tahu dan mengenali apa yang membuat kita bahagia, untuk mengetahui apa passion kita,” ujar Arifin Putra.

Arifin menambahkan, “Apabila kita melakukan berdasarkan apa yang kita sukai dan kita senangi tentunya kita akan terus merasa happy. Ketika kita sudah menemukan dan memutuskan untuk terjun ke dunia yang ingin kita geluti, kita harus siap dengan segala konsekuensinya dan tidak mudah menyerah apabila menemukan hambatan atau tantangan pada prosesnya.”

 Kemeriahan LyfeFest berlanjut pada hari kedua, dimana kehadiran para pekerja industri kreatif Indonesia yang sangat menginspirasi generasi muda. Mereka membagikan pengalaman dan mengajarkan bidang kreatif yang mereka geluti. Diawali dengan workshop bersama Weekend Workshop yang mengajarkan cara membuat Tote Bag dan kartu ucapan yang menarik. Ada pula seminar tentang jalan-jalan nyaman dan terjangkau yang disampaikan oleh Kenny Santana, seorang Travel Blogger dengan akun @Kartuposinsta. Sesi tentang bagaimana mengatur perjalanan liburan nyaman namun terjangkau ala travel blogger satu ini pun tidak kalah seru dengan seminar yang dihadirkan pada hari pertama. Dalam sesi ini, Kenny berbagi cerita seru bagaimana perjalanannya ke Toronto, Canada membawanya bertemu dengan idola masa kecilnya, Julia Roberts.

“Benar-benar tidak menyangka sama sekali karena awalnya tidak ada rencana pergi ke Toronto, Canada karena di tanggal dan waktu yang sama sudah ada rencana birthday tripke Bhutan. Akan tetapi, karena satu dan lain hal saya memutuskan untuk tetap berangkat ke Toronto untuk hadir di Toronto Film Festival. Pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan ini adalah don’t give up on your dreams. Jangan pernah menyerah dan berpikir mimpi kita tidak akan jadi kenyataan. Kalau saya menyerah akan rencana saya ke Toronto, pertemuan saya dengan Julia Roberts pun tidak akan kejadian.” ujar Kenny Santana di tengah sesi Mengatur Liburan Nyaman namun Terjangkau.

LyfeFest juga menghadirkan pembicara dengan latar belakang musisi, yaitu Kimo & Laze, yang adalah rapper dan pengajar di Double Deer Academy. Mereka berbagi informasi mengenai cara membuat lagu bagi pemula yang bahkan bukan dari kalangan musisi. Terakhir terdapat workshop story telling melalui pembuatan film pendek. Tema ini dibawakan oleh Roni “Onet” Ernawan yang adalah seorang cinematographer muda Indonesia.

Selain membuat acara LyfeFest, Bank DBS juga berpartisipasi dalam IdeaTalk. IdeaTalk menghadirkan lebih dari 100 pembicara dalam sesi workshop dan seminar kreatif dari berbagai latar belakang pekerja kreatif Indonesia. Sesi IdeaTalk yang diikuti Bank DBS ini dibawakan dengan tema “Crafting A Human Centered Experience For Tech Product”.’

Tema ini dibawakan dengan tujuan agar para milenial memahami tentang produk teknologi dan memahami cara mengembangkannya. Bank DBS turut serta dalam perbincangan ini dengan menjadi pembicara yang diwakili oleh beberapa petinggi Bank DBS. Perwakilan tersebut, yaitu  Raju Nair, Managing Director – Regional Head Customer Journey Experience DBS Bank Ltd, Mireille Makmur, Head of Business Analytics & Customer Experience, Consumer Banking Group, PT Bank DBS Indonesia, serta Leonardo Koesmanto, Head of Digital Banking, PT Bank DBS Indonesia.

Mona Monika, selaku Executive Director, Head of Group Strategic and Marketing Communications (GSMC) PT Bank DBS Indonesia mengatakan, “Jalannya DBS LyfeFest melebihi ekspektasi kami. Jumlah pengunjung mencapai lebih dari dua ribu orang dalam rentang waktu dua hari. Kami juga mendapatkan umpan balik positif yang terlihat dari antusiasme pengunjung saat mengikuti seminar dan workshop. Hal ini dapat mewujudkan misi kami, yaitu ‘Live more, Bank less’ dengan memacu generasi muda agar terus berkreasi dan berinovasi melalui pendekatan-pendekatan kreatif.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *