Delegasi Uni Eropa Promosi Eropa di Makassar

Delegasi Uni Eropa dan perwakilan sembilan negara anggota Uni Eropa melakukan kunjungan resmi selama dua hari di Makassar pada 4-5 Juli 2019.

Tujuannya, untuk mempromosikan Eropa dan memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

Rombongan yang dipimpin oleh Kuasa Ad Interim (Charge d’affaires) Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Charles-Michel Geurts. Sedangkan yang ikut rombongan tersebut antara lain Duta Besar Polandia, Ibu Beata Stoczynska; Duta Besar Irlandia, Ibu Olivia Leslie; Duta Besar Finlandia, Bapak Jari Sinkari; dan Charge d’Affaires, Kedutaan Besar Belanda, Bapak Ferdinand Lahnstein; 

Program kunjungan dibuka dengan pertemuan bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Nurdin Abdullah dan Penjabat Walikota Makassar, Bapak Muhammad Iqbal Samad Suhaeb.

Melalui pertemuan ini, menurut keterangan persnya (8/7/2019), para diplomat Uni Eropa memperoleh gambaran mengenai perkembangan politik, sosial dan ekonomi di Sulawesi Selatan, serta informasi seputar inisiatif-inisiatif pembangunan di Kota Makassar.

Diskusi bersama Pemerintah Daerah ini juga membahas kerjasama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan, pendidikan, serta sosial budaya. Secara khusus Delegasi juga membicarakan soal perencanaan dan pembangunan kota yang didukung oleh program kerjasama Uni Eropa di kawasan ini.

Charles-Michel mengatakan bahwa pembangunan yang begitu pesat telah menjadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi paling maju dan paling dinamis, dengan ibukota Makassar sebagai pusat berbagai kegiatan dan pintu gerbang utama bagi kawasan timur Indonesia. 

Melalui berbagai instrumen kerjasama, Uni Eropa bersama-sama Negara Anggotanya, telah lama menjadi mitra bagi Provinsi Sulawesi Selatan di berbagai hal.

“Ini sesuai komitmen bersama terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional dan global yang berkelanjutan,” ujar Charles-Michel.

Di sana, para diplomat Uni Eropa juga mengunjungi Pelabuhan Indonesia (PELINDO) IV, untuk bertemu dengan para pejabat pelabuhan serta Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sulawesi Selatan, serta menyaksikan jalur masuk dan keluarnya barang-barang konsumen dari dan ke negara-negara Eropa.

Hal ini terkait erat dengan kesempatan dagang dan investasi yang akan dibuka melalui kerangka Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa-Indonesia (EU-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) yang saat ini sedang dalam pembicaraan.

Di samping itu, para diplomat Uni Eropa berkesempatan untuk bertukar pandangan dengan kelompok masyarakat sipil dan lembaga non-profit, seputar isu-isu sosial termasuk hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, inklusivitas bagi penyandang disabilitas, kesetaraan gender, perlindungan hak anak, hingga masalah pelestarian lingkungan dan antisipasi perubahan iklim.

Sebagai bagian dari diplomasinya terhadap pemuda, para diplomat Uni Eropa secara khusus melakukan diskusi interaktif dengan mahasiswa Universitas Hasanuddin dan mempromosikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui beragam program yang disediakan oleh Uni Eropa maupun negara-negara anggotanya.

Program ditutup dengan kunjungan ke pusat seni-budaya Museum La Galigo, Masjid 99 Kubah, Pantai Losari dan Jalan Somba Opu untuk menikmati sajian kopi dan kerajinan lokal. (usy)