Bantuan Sosial Terus Membanjiri Pengungsi Rohingya
Berita lain

Bantuan Sosial Terus Membanjiri Pengungsi Rohingya

Mendung masih menghiasi langit Bangladesh, Jumat pagi ini (8/9/2017). Dari Padua Union, Kota Chittagong, sederet truk logistik memarkirkan diri di halaman luas sebuah madrasah lokal. Spanduk “Bantuan Pangan untuk Pengungsi Rohingya” tertera lugas di badan truk yang telah terisi penuh muatan logistik.

Pagi ini, sudah ada lima truk logistik yang siap diberangkatkan menuju zero line area Bangladesh, tepatnya di Kamp Kanzarpara. Truk-truk tersebut akan mengantarkan 1000 paket bantuan logistik amanah masyarakat Indonesia untuk para pengungsi Rohingya yang baru saja tiba di area zero line.

Ribuan paket pangan dan logistik tersebut telah dipersiapkan sejak sehari sebelumnya. Sejumlah relawan ACT, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kemanusiaan, di Chittagong terus mengepak beragam bantuan pangan dan logistik agar bisa disalurkan esok harinya.

“Setiap paket tidak hanya berisi bantuan pangan, tapi kebutuhan logistik dasar lainnya yang sangat dibutuhkan,” papar Hasan, mitra di Chittagong yang telah membersamai ACT (Aksi Cepat Tanggap) dalam mendistribusikan bantuan tanggap darurat sejak sepekan lalu, dalam rilisnya.

Ia lantas menjelaskan, paket pangan tersebut terdiri dari beras, minyak, dhal (panganan pokok Bangladesh), tepung, dan air mineral. Sementara itu, bantuan logistik yang akan didistribusikan mencakup pakaian, perlengkapan sanitasi, dan terpal.

Sampai hari ini, gelombang pengungsi baru masih berdatangan di Kamp Kanzarpara, Bangladesh. Selain tiba dengan kondisi perut yang lapar, mereka juga membutuhkan hunian sementara untuk berlindung dari hujan yang masih mengguyur sebagian besar wilayah Bangladesh.

“Terpal dan alas tidur itu perlu agar mereka tidak terkena air hujan dan kedinginan. Apalagi pakaian bersih dan sanitasi,” ungkap Rahadiansyah, anggota Tim Kemanusiaan ACT untuk Rohingya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *